Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Alokasi dari Pusat, Petani Keluhan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pembatasan jumlah distribusi pupuk bersubsidi ke daerah membuat sejumlah petani di Tabanan mengeluh. Dinas pertanian kabupaten Tabanan terus menerima keluhan tersebut.
Namun, tidak bisa berbuat banyak, karena ini memang kebijakan dari pemerintah pusat. Untuk perhitungan kebutuhan pupuk bersubsidi yang disalurkan ke daerah disesuaikan dengan rekomendasi pemupukan padi sawah perhektar yang telah terkunci dalam sistem yang dibuat oleh pemerintah pusat.
“Akibatnya di beberapa tempat dijumpai bahwa pemenuhan kebutuhan pupuk kurang, karena sistem dari pusat ini sudah mengunci data perhitungan kebutuhan sesuai dengan rekomendasi yang ada. Intinya berapa yang kita dapat, itu yang dijalankan tidak bisa nambah,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Jumat (12/3).
Terkait hal ini, diakui Wiadnyana, dinas pertanian di daearah pun tidak bisa berbuat banyak, karena memang ini adalah kebijakan pemerintah pusat.
“Kami sempat memiliki keinginan untuk dilakukan kajian di daerah, tetapi anggaran untuk membuat kajian itu memang tidak ada,” ujarnya.
Kebijakan pemerintah pusat terkait dengan pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi ini bahkan sudah disampaikan ke Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Pekaseh untuk dilanjutkan ke para petani, agar mereka memahami kondisi yang ada.
“Petani tentunya tidak mau tahu, karena bagi mereka yang penting bagaimana mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan luasan lahan yang mereka miliki, dan tentunya kami di daerah sebagai ujung tombak pertanian selalu terkena getah dari kebijakan pusat, dan solusinya hanya satu, kekurangan dengan memanfaatkan non subsidi,” terangnya.
Dengan kondisi saat ini, Wiadnyana menambahkan, untuk distribusi pupuk bersubsidi tahun ini tentunya akan dijadikan bahan evaluasi untuk kemudian apakah dengan rekomendasi baru ini akan berpengaruh terhadap produksi, selanjutnya akan dikomunikasikan lagi ke Kementrian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Bali.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1135 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 893 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 717 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik