Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menengok Transisi Energi Bersih di Sanur, PLTS Bantu Subak dan Pengolahan Sampah

Selasa, 12 Mei 2026, 10:09 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/Menengok Transisi Energi Bersih di Sanur, PLTS Bantu Subak dan Pengolahan Sampah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Isu energi terbarukan selama ini dinilai masih menjadi pembahasan eksklusif yang hanya ramai di kalangan tertentu. Padahal, implementasi energi bersih justru berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sipil.

Fenomena tersebut mendorong Institute for Essential Services Reform atau IESR menghadirkan kegiatan bertajuk Melali Energi Terbarukan pada 9 Mei 2026 di kawasan Sanur, Kota Denpasar.

Kegiatan ini memadukan edukasi transisi energi bersih dengan kebudayaan Bali. Bersama Media Humaniora dan komunitas Nuturang, peserta diajak mengulas sejarah serta perkembangan kawasan pesisir Sanur sebelum menyusuri Desa Sanur Kauh menggunakan motor listrik.

Peserta juga mengunjungi kawasan Subak Intaran dan TPS3R Sekar Tanjung yang telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkenalkan energi baru terbarukan (EBT) yang sebenarnya sudah mulai diterapkan di sejumlah wilayah Denpasar. Namun selama ini, penggunaan energi terbarukan masih dianggap terbatas dan belum dekat dengan masyarakat umum.

Pekaseh Subak Intaran, Gusti Danu menjelaskan pemanfaatan PLTS atap membantu pengairan sawah seluas 80 hektare melalui pompa air sumur. Selain itu, PLTS juga mendukung penerangan di sepanjang jogging trek Prapat Beris.

“Lampunya ada 13 titik, biasanya sebulan perlu bayar listrik 6 juta,” jelas Gusti Danu.

Menurutnya, sejak penggunaan PLTS atap, organisasi subak mampu mengurangi hingga 90 persen beban biaya listrik.

Sementara itu di TPS3R Sekar Tanjung Sanur Kauh, pengelolaan sampah berbasis energi bersih juga mulai diterapkan. Pengelola TPS3R, Sila mengatakan sejak berdiri pada 2017, jumlah pelanggan pengelolaan sampah meningkat drastis.

"Sampah yang masuk ke TPS3R sudah terpilah dari sumber," tambah Sila mengikuti Pergub terkait pemilahan sampah dari sumber.

Saat ini TPS3R Sekar Tanjung melayani sekitar 800 pelanggan, mulai dari rumah tangga, hotel, restoran hingga sekolah. Sampah tersebut diolah menggunakan empat mesin pencacah yang sebagian operasionalnya ditopang oleh PLTS atap.

Meski belum sepenuhnya menggantikan listrik dari PLN, keberadaan PLTS sangat membantu operasional pada siang hari.

"Hanya saja tidak menggunakan baterai untuk penyimpanan daya sehingga hanya dimanfaatkan saat siang hari saja," tambah Sila.

Ia menyebut TPS3R masih mengkombinasikan sumber listrik dari PLTS dan PLN untuk menunjang aktivitas pengolahan sampah.

"Ada sekitar Rp1,2 juta per bulan untuk pembayaran beban listrik, selain menggunakan PLTS," kata Sila.

Peningkatan pengolahan sampah organik juga terjadi sejak diberlakukannya kebijakan pengolahan sampah berbasis sumber. Saat ini sekitar 70 persen sampah yang masuk merupakan sampah organik.

Di sisi lain, tingginya volume sampah organik membuat mesin pencacah bekerja lebih intensif dan membutuhkan perawatan rutin.

“Semakin banyak ada sampah organik, semakin sering juga maintenancenya,” jelas Diatmita, admin TPS3R.

Meski demikian, pemanfaatan PLTS di TPS3R Sekar Tanjung dinilai mampu membantu efisiensi operasional sekaligus menjadi contoh penerapan energi bersih yang mulai dekat dengan kehidupan masyarakat di Kota Denpasar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami