Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
DPRD Jembrana Soroti Kebocoran dan Peluang Bisnis Baru PDAM
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Komisi II juga menyoroti peluang pasar baru bagi PDAM, terutama dari sejumlah proyek besar yang direncanakan hadir di Kabupaten Jembrana. Mulai dari pembangunan Lapas di Melaya, proyek di kawasan Pekutatan, hingga Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pengambengan.
Menurut Komisi II, perluasan cakupan layanan ke proyek-proyek tersebut harus menjadi bagian dari arah pengembangan bisnis perusahaan.
Evakuasi Permasalahan Utama: Kekurangan Air Baku dan Kebocoran Jaringan
Selain hasil positif, sidak juga menemukan sejumlah persoalan yang harus segera ditangani. Salah satunya, terbatasnya pasokan air baku di Jembrana. Komisi II merekomendasikan agar upaya komunikasi terkait suplai air dari Bendungan Titab—yang masuk dalam program Burana—terus dikawal oleh PDAM bersama pemerintah daerah.
“Kebutuhan air baku masih menjadi tantangan besar. Solusinya tidak cukup mengandalkan sumber lokal saja,” tegas Suastika.
Dalam sidak tersebut, Komisi II juga mengevakuasi persoalan kebocoran air yang masih tinggi. Kondisi pipa lama dinilai menjadi penyebab utama dan berdampak langsung pada potensi kerugian perusahaan.
PDAM Akui Tantangan Besar, Peremajaan Jaringan Butuh Investasi
Direktur Utama PDAM Tirta Amertha Jati, I Gede Puriawan, membenarkan bahwa tingkat kebocoran air atau NRW masih tinggi akibat banyaknya jaringan pipa yang sudah berusia tua.
“Peremajaan jaringan adalah kebutuhan mendesak. Untuk mengganti dan memindahkan pipa ke lokasi lebih aman, diperlukan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.
Puriawan menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan dua alternatif pendanaan: melalui dukungan pemerintah atau melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Komisi II Ingatkan: Jangan Andalkan Kenaikan Tarif
Baca juga:
Perumda Tirta Amertha Jati Jembrana Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 1948 Saka dan Idulfitri 1447 H
Sebagai penutup hasil sidak, Komisi II menekankan agar peningkatan pendapatan perusahaan tidak diarahkan pada opsi kenaikan tarif air.
“Kami memahami PDAM membutuhkan penguatan modal dan perluasan layanan. Tetapi kenaikan tarif bukan solusi. Harus ada inovasi tanpa membebani masyarakat,” tegas Suastika.
Dengan hasil sidak dan evaluasi tersebut, Komisi II meminta PDAM mempercepat perbaikan jaringan, memaksimalkan peluang usaha baru, dan menjaga efisiensi yang sudah berjalan agar dapat terus berkontribusi pada pendapatan daerah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 749 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik