Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Warga Desa Celuk Putuskan Kubur Sendiri Jenazah Covid-19
Tak Kebagian Petugas Penguburan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mengubur jenazah lansia positif covid-19 di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (19/8) malam. Hal ini lantaran pihaknya tidak mendapat bagian petugas penguburan.
Pihak keluarga sebelumnya mempertanyakan koordinasi Satgas Covid mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Perwakilan keluarga, Agus Aristya mengatakan koordinasi Satgas Covid di Gianyar buruk.
Dijelaskan, setelah nini (neneknya, red) dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan di RSU Ganesha Celuk sudah didatangi oleh Satgas Desa dan Babinsa.
"Katanya penanganan penguburan harus mengikuti protokol Covid. Maka dari itu kami sudah koordinasikan dengan hasil keputusan untuk penguburan segera," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/8).
Seketika itu pula, keluarga langsung mempersiapkan sarana upakara dan membuat bambang (liang lahat). Namun, keluarga dibuat kebingungan karena dikatakan tidak kebagian petugas penguburan.
"Kita disarankan mengubur sesuai prokes, tapi kita tidak dapat pelayanan itu. Kok seperti ini di Gianyar," ujarnya bertanya-tanya.
Keluarga semakin heran karena diminta untuk mengubur sendiri jenazah Covid tersebut. Dengan terlebih dahulu mengambil Alat Pelindung Diri (APD). Menurut Agus, koordinasi ini semakin buruk. Sebab baru dikabari saat malam hari.
"Kenapa tidak dari awal dikasi tahu kalau petugas habis dan bisa dari keluarga yang mengubur? Kan kami tidak perlu menunggu sampai lama begini, ujung-ujungnya tetap tidak kebagian petugas," ujarnya kesal.
Yang membuat keluarga tambah kesal karena liang kubur sudah terlanjur digali. Sesuai kepercayaan umat Hindu, pantang membatalkan penguburan ketika lubang sudah disiapkan.
"Makanya kami keluarga ambil risiko. Kami ambil APD, memberanikan diri melalukan penguburan sesuai prokes," kenangnya.
Dikonfirmasi terpisah terkait tidak adanya petugas penanganan jenazah, Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba mengatakan, bahwa penguburan jenazah di Desa Celuk tersebut tidak mendapat jadwal, karena menurutnya penguburannya mendadak.
"Yang di Celuk mendadak dan harus sekarang, sedangkan penanganan Jenazah sudah terjadwal," ujarnya.
Per Kamis 19 Agustus 2021, kata Suamba, ada 14 jenazah yang harus dilakukan penguburan. "Pagi 6 Jenazah, siang-malam 8 jenazah, Kita sudah start jadi jam 05.00 - 21.00 WITA," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1167 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 695 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 504 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 476 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 415 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung