Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Warga Desa Celuk Putuskan Kubur Sendiri Jenazah Covid-19
Tak Kebagian Petugas Penguburan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mengubur jenazah lansia positif covid-19 di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (19/8) malam. Hal ini lantaran pihaknya tidak mendapat bagian petugas penguburan.
Pihak keluarga sebelumnya mempertanyakan koordinasi Satgas Covid mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Perwakilan keluarga, Agus Aristya mengatakan koordinasi Satgas Covid di Gianyar buruk.
Dijelaskan, setelah nini (neneknya, red) dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan di RSU Ganesha Celuk sudah didatangi oleh Satgas Desa dan Babinsa.
"Katanya penanganan penguburan harus mengikuti protokol Covid. Maka dari itu kami sudah koordinasikan dengan hasil keputusan untuk penguburan segera," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/8).
Seketika itu pula, keluarga langsung mempersiapkan sarana upakara dan membuat bambang (liang lahat). Namun, keluarga dibuat kebingungan karena dikatakan tidak kebagian petugas penguburan.
"Kita disarankan mengubur sesuai prokes, tapi kita tidak dapat pelayanan itu. Kok seperti ini di Gianyar," ujarnya bertanya-tanya.
Keluarga semakin heran karena diminta untuk mengubur sendiri jenazah Covid tersebut. Dengan terlebih dahulu mengambil Alat Pelindung Diri (APD). Menurut Agus, koordinasi ini semakin buruk. Sebab baru dikabari saat malam hari.
"Kenapa tidak dari awal dikasi tahu kalau petugas habis dan bisa dari keluarga yang mengubur? Kan kami tidak perlu menunggu sampai lama begini, ujung-ujungnya tetap tidak kebagian petugas," ujarnya kesal.
Yang membuat keluarga tambah kesal karena liang kubur sudah terlanjur digali. Sesuai kepercayaan umat Hindu, pantang membatalkan penguburan ketika lubang sudah disiapkan.
"Makanya kami keluarga ambil risiko. Kami ambil APD, memberanikan diri melalukan penguburan sesuai prokes," kenangnya.
Dikonfirmasi terpisah terkait tidak adanya petugas penanganan jenazah, Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba mengatakan, bahwa penguburan jenazah di Desa Celuk tersebut tidak mendapat jadwal, karena menurutnya penguburannya mendadak.
"Yang di Celuk mendadak dan harus sekarang, sedangkan penanganan Jenazah sudah terjadwal," ujarnya.
Per Kamis 19 Agustus 2021, kata Suamba, ada 14 jenazah yang harus dilakukan penguburan. "Pagi 6 Jenazah, siang-malam 8 jenazah, Kita sudah start jadi jam 05.00 - 21.00 WITA," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1020 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 820 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 636 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 597 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik