Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Heboh Pisang Bertandan 2 Meter Dipercaya Bisa Mengobati
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Desa Jotangan Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dihebohkan dengan sebuah tandan pisang yang berbeda dengan pisang biasanya.
Oleh warga pisang diberi nama pisang seribu karena bertandan sepanjang dua meter. Warga yang datang percaya buah pisang bisa untuk obat, sehingga banyak warga yang datang untuk makan pisang seribu tersebut.
Penampakan pisang tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah ulang oleh akun instagram @asli_mojokerto. Dalam video terlihat sebuah pisang yang tumbuh di pekarangan warga.
Pohon pisang tersebut tampak seperti pohon pisang biasanya. Bedanya, buah pisang ini panjang menjuntai ke bawah setinggi 2 meter. Sejumlah warga juga terlihat datang dan mencoba mencicipi rasa buah tersebut. tak sedikit yang justru berfoto dengan buah pisang unik tersebut.
Unggahan tersebut pun mendapat beragam komentar dari warganet.
"Dipercaya untuk obat. Khasiat pisang yo podo ae. G nok seng berubah. Seng berubah mek sugestine tok...," ujar @ren**.
"mantap objek wisata baru ," kata @sat**.
"koyok gedang na Upin Ipin," ucap @ini***.
"Kyk pisang 1000 ne atok dalang gek film Upin Ipin," kata @ayu**.
"iya, obat lapar ," ujar @rand**.
"Mesti onok “dipercaya” padahal yo muk gedang," ujar @moh**.
"wong indonesia opo" digawe obat," timpal @ioc**.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3561 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1127 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 539 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 515 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun