Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Pilot Nganggur Kini Dilatih Operasikan Mesin Panen Gandum
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pilot maskapai internasional yang sedang nganggur selama pandemi kini sedang dilatih untuk mengoperasikan mesin panen gandum agar bisa membantu petani yang kekurangan tenaga kerja.
Menyadur ABC Sabtu (28/08) petani biji-bijian di Australia Barat siap memanen 14,5 juta ton gandum musim ini.
Tapi mereka harus memutar otak untuk mengeluarkan hasil panen dari paddock karena tenaga kerja internasional yang biasanya membantu kini terkendala pembatasan diperbatasan.
"Kami menyurvei industri biji-bijian Australia Barat dan menemukan kekurangan lebih dari 1.000 operator mesin," kata pelatih pertanian Ley Webster, yang biasanya mengajar para backpacker dan pekerja keliling.
Tahun ini Webster melatih 9 pilot untuk mengoperasikan mesin panen gabungan. Meskipun mereka adalah pekerja yang sangat terampil dan kompeten, mereka masih baru dalam menghadapi hal ini.
"Anda dapat meminta lima orang mengemudikan mesin besar ini dengan kecepatan tinggi dan tidak satu pun dari mereka yang melakukan panen sebelumnya," kata Webster.
"Ada banyak risiko. Mereka tajam, percaya diri, dan mampu, tetapi Anda tidak bisa membeli pengalaman."
"Ini akan sangat menarik dan sedikit berbeda dari apa yang biasa kami lakukan," kata Gavin, yang nama keluarganya dirahasiakan sesuai dengan kebijakan maskapai.
"Tapi itu akan menyenangkan."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3562 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1128 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 540 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun