Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anggap Musik Haram, Taliban Bunuh Penyanyi Lagu Rakyat

Rabu, 1 September 2021, 13:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Anggap Musik Haram, Taliban Bunuh Penyanyi Lagu Rakyat

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Fawad Andarabi, seorang penyanyi folk Afganistan dibunuh oleh Taliban. Hal ini salah satunya diungkap oleh mantan Menteri Dalam Negeri Afghanistan Massoud Andarabi.

"Kebrutalan Taliban berlanjut di Andarab. Hari ini mereka secara brutal membunuh penyanyi folkloric, Fawad Andarabi. Dia yang hanya membawa kegembiraan bagi lembah ini dan penduduknya," cuit Massoud Andarabi lewat akun Twitter @andarabi, Sabtu (29/8/2021) pekan lalu dikutip dari Alarabiya News.

Pembunuhan ini disebut sebagai salah satu kekerasan yang terjadi setelah kelompok itu kembali berkuasa di Afganistan. Seperti diketahui, Taliban melarang berbagai hal, termasuk musik.

Sebelumnya, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa pertunjukan musik dilarang di Afganistan. Sebab musik diharamkan dalam agama Islam. Tapi, Mujahid berjanji akan melakukan pendekatan persuasif pada warga Afganistan terkait larangan musik.

"Musik dilarang dalam Islam, tetapi kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, ketimbang menekan mereka," kata Mujahid kepada New York Times.

Meskipun kelompok tersebut telah mengambil nada yang lebih lembut di depan umum jika dibandingkan dengan pemerintahan mereka pada 1996-2001, ada kekhawatiran akan kembalinya rezim yang represif.

Penyanyi pop Afghanistan Aryana Sayeed sebelumnya di Instagram mengatakan berhasil melarikan diri dari negara itu dan sedang dalam perjalanan ke Istanbul.

Sementara, Mujahid meminta kepada perempuan dan anak-anak untuk tinggal di rumah. Menurut dia, pejuang Taliban tak dilatih untuk memastikan keselamatan mereka.

Arahan tersebut melemahkan upaya kelompok tersebut untuk menghadirkan nada yang lebih toleran. Hal ini tentu saja mengingatkan aturan Taliban dulu yang melarang perempuan bekerja dan keluar rumah.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami