Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anggaran Reaktivasi Program Akomodasi bagi Nakes Disetujui

Jumat, 3 September 2021, 23:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/dok Kemenparekraf/Anggaran Reaktivasi Program Akomodasi bagi Nakes Disetujui.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Reaktivasi program akomodasi bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan penanganan Covid-19 saat ini memasuki tahap akhir. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan anggaran sebesar Rp298 miliar sudah disetujui Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan dari sebelumnya yang diajukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rp300 miliar.

Penyediaan akomodasi dan fasilitas sarana pendukung lainnya itu termasuk transportasi bagi nakes dan faskes penanganan Covid-19. Hal itu menjadi bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Usulan untuk program ini telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Keuangan melalui surat Direktorat Jenderal Anggaran. Surat persetujuan telah kami terima pada tanggal 24 Agustus 2021 dengan anggaran sebesar Rp298 miliar," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021). 

Program akan dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan rumah sakit, industri perhotelan, kementerian/lembaga terkait, dan pemerintah daerah di tujuh lokasi. Penetapan lokasi didasarkan pada pertimbangan daerah dengan kasus COVID-19 tinggi saat program ini diusulkan melalui KCP-PEN, beberapa bulan lalu.

Kemenparekraf sebelumnya telah menerima pengajuan dari 71 rumah sakit untuk akomodasi tenaga kesehatan sebanyak 9.766 orang dengan 465.659 unit kamar. Dukungan akomodasi juga disertai penyediaan fasilitasi makan dan minum, binatu, serta transportasi, yang akan berjalan hingga akhir November 2021.

Kemenparekraf mengaku sedang mendata ulang kebutuhan jumlah tenaga kesehatan yang perlu diakomodasi, mengingat kasus COVID-19 menunjukkan grafik yang dinamis. Beberapa provinsi di Pulau Jawa dan Bali ada yang melandai, namun ada yang masih tetap tinggi.

Sandiaga menyebut kegiatan itu akan melibatkan narahubung dari pihak rumah sakit, Kemenparekraf, hotel, dan PIC dari transportasi yang bertugas memperlancar segala proses pelaksanaan setiap waktu. Ia berharap program tersebut dapat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

"Program ini selain untuk menunjang kinerja tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan pandemi COVID-19 dengan memberikan kemudahan mobilitas dan memperpendek jarak tempuh ke tempatnya bertugas, terlebih juga menjadi upaya akselerasi reaktivasi sektor pariwisata," kata Sandiaga.

Ia menekankan upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata sangat tergantung pada keberhasilan penanganan COVID-19 di Indonesia. Untuk itu, kolaborasi terus dilakukan dengan berbagai pihak seperti Kemenkes, industri perhotelan, dan perusahaan transportasi.

"Program ini juga akan terus kita manfaatkan untuk mengembalikan geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Kemenparekraf juga ikut mengawal program percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Sandiaga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengusaha perhotelan dan berbagai pihak lainnya untuk menghadirkan sentra vaksinasi dalam upaya mencapai target vaksinasi dua juta dosis per hari yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.

"Kemenparekraf terus mendorong program vaksinasi secara masif di lima destinasi super prioritas dan di daerah-daerah yang termasuk dalam lingkup Kharisma Event Nusantara," ucap Sandiaga.

Sumber: Liputan6.com

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami