Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sampah Kulit Jeruk Menjadikan Wajah Lebih Cantik

Kamis, 30 September 2021, 15:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sampah Kulit Jeruk Menjadikan Wajah Lebih Cantik.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sampah merupakan bahan buangan atau sisa kegiatan manusia, namun memiliki nilai ekonomi jika mampu mengolahnya. Sampah kulit jeruk contohnya, jika diolah dan dimanfaatkan dapat menjadikan wajah cantik. 

Kulit jeruk dapat digunakan untuk merawat kulit wajah agar terlihat sehat dan bersih. Langkah ini dapat menjadi jalan dalam mengurangi tumpukan sampah dan mengurangi biaya perawatan ke salon. Kulit adalah lapisan terluar yang menutup dan melindungi tubuh dari bahaya yang mengancam dari luar. 

Bagi wanita, kulit merupakan bagian tubuh yang perlu mendapat perhatian khusus untuk memperindah kecantikan. Berbagai macam permasalahan kulit wajah menyebabkan manusia, khususnya wanita lebih memperhatikan perawatan kulit wajah dibandingkan kulit tubuh yang lain. Kulit wajah rentan terhadap masalah yang dapat menyebabkan infeksi, jerawat dan lain sebagainya. Perawatan kulit wajah setiap hari diperlukan agar dapat memberikan efek bersih dan menyehatkan kulit. 

Terdapat beberapa tahap perawatan kulit wajah, yang pertama yaitu tahap pembersihan. Pembersihan kulit wajah dilakukan dengan cara membersihkan wajah dengan pembersih muka dan kapas. Langkah kedua yaitu memberikan penyegar (toner) pada wajah yang berfungsi untuk menyegarkan wajah sekaligus proses exfloitasi (membersihkan kotoran yang masih tersisa pada saat pembersihan). 

Langkah ketiga menggunakan serum yang berfungsi untuk memberikan efek glowing bagi kulit wajah. Selanjutnya menggunakan masker wajah, ada berbagai jenis masker yang terdapat dipasaran, biasanya penggunaan masker disesuaikan dengan kondisi kulit wajah. Terakhir menggunakan pelembab yang memberikan efek melembabkan untuk kulit. 

Jeruk biasanya hanya dimanfaatkan daging buahnya saja dan kulitnya langsung dibuang dan tidak dimanfaatkan sehingga terbuang begitu saja sebagai limbah. Selama ini pemanfaatan kulit buah jeruk belum dilakukan secara intensif karena kurangnya pengetahuan tentang kandungan yang terdapat di dalam kulit jeruk. 

Kandungan kulit jeruk yang paling dominan adalah minyak atsiri dan merupakan salah satu kandungan yang bermanfaat. Kandungan kulit jeruk yang satu ini banyak memberikan manfaat bagi manusia. Minyak atsiri adalah jenis minyak nabati yang dapat mengental bila diletakkan pada suhu ruang. 

Minyak atsiri memiliki aroma yang khas dan biasanya digunakan sebagai bahan pembuat minyak angin alami yang digunakan sebagai obat ataupun kosmetika. Kulit jeruk mengandung atsiri yang terdiri dari berbagai macam komponen seperti, tepen, sesquiten, aldehida, sterol dan ester. 

Kandungan minyak yang terdapat pada kulit buah jeruk yang begitu beragam menyebabkan kulit jeruk bisa dimanfaatkan sebagai flavour dalam produk minuman, kosmetika dan sanitari. Jeruk merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang mempunyai aktivitas antibakteri penghambat jerawat. 

Mekanisme kerja minyak atsiri dari kulit jeruk adalah dengan merusak dinding sel sehingga menghambat pertumbuhan dan dapat mematikan banteri dengan mengganggu terbentuknya dinding sel. Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada minyak atsiri kulit jeruk yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri adalah limonen dan linalool. 

Minyak atsiri kulit jeruk dibuat formulasinya dalam bentuk sediaan untuk mencegah terjadinya jerawat yaitu dengan dimanfatkan sebagai bahan dasar pembuatan masker bubuk. Kulit jeruk juga dapat dimanfaatkan sebagai aroma terapi yang dapat menimbulkan rasa tenang dan senang, meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit serta baik untuk kulit. 

Kecantikan dan kesehatan kulit tubuh khususnya wajah merupakan sesuatu yang diidamkan, terlebih di kalangan wanita. Berbagai cara dan usaha dilakukan untuk mendapatkan kulit yang sehat dan wajah yang cantik, muda dan tampak berseri. Bahkan tidak sedikit dari mereka rela mengeluarkan biaya yang fantastis untuk memperoleh kecantikan kulit wajah. 

Sebagian kulit wajah manusia memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap kandungan kandungan kimiawi yang terdapat di produk-produk kecantikan, seperti pada produk pembersih wajah, skincare dan berbagai kosmetik. Banyak dari mereka yang memiliki kulit sensitif mendapat keluhan pada wajahnya mulai dari timbulnya jerawat kecil sampai jerawat yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada tekstur kulit wajah. 

Dewasa ini banyak obat jerawat yang beredar dipasaran baik dalam bentuk gel, krim, lotion maupun tablet. Pemanfaatan efek anti jerawat pada obat-obatan tersebut yang ditujukkan pada kulit wajah lebih baik dibuat dalam bentuk sediaan kosmetika produk yang praktis dalam pemakaiannya, salah satunya adalah bentuk masker bubuk. Masker bubuk merupakan sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah yang diaplikasikan ke kulit wajah dalam waktu tertentu hingga mengering, setelah mengering masker dibilas dengan air bersih. 

Masker merupakan salah satu skincare yang dapat membantu menyehatkan kulit wajah. Terdapat berbagai varian masker yang diperjualbelikan yang terbuat dari berbagai bahan baku baik yang alami hingga kimiawi. Sampah jika diolah dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan masker yang dapat memberikan manfaat bagi kulit wajah, salah satunya yaitu limbah kulit jeruk. Pada kulit jeruk terdapat kandungan minyak atsiri, dimana minyak ini dapat mengeluarkan aroma yang khas. 

Jeruk juga memiliki kandungan vitamin C yang terdapat pada sari buah, daging dan kulit, terutama pada lapisan kulit terluar dan saat ini minyak atsiri telah dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kosmetik dan obat. Adanya aktivitas antioksidan pada minyak atsiri pada kulit jeruk dan kandungan vitamin C yang merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat digunakan secara langsung di kulit wajah yang dapat bermanfaat untuk merawat dan mengatasi masalah kulit akibat paparan sinar matahari. 

Hal ini dikarenakan kandungan antioksidan di dalam vitamin C dapat melawan radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada kulit wajah. Radikal bebas terbentuk di saat kulit wajah terpapar langsung oleh sinar ultraviolet dari matahari. Kondisi ini dapat terjadi ketika oksigen berinteraksi dengan beberapa molekul di dalam kulit. 

Molekul ini kemudian masuk ke tubuh dan berinteraksi langsung dengan DNA sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sel. Jerawat dapat diobati secara alami maupun dengan obat-obatan kimia, biasanya diberikan obat antibiotik dan berasal dari bahan kimia. 

Obat-obatan kimia buatan biasanya sering memberikan efek menyembuhkan yang cepat bagi tubuh namun kebanyakan memiliki efek samping seperti resistensi dan iritasi pada kulit. 

Menurut Tao, et al (2009), kulit jeruk mempunyai kandungan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus Penicillium subtilis, S. Cerevisiae. Chrysogenum, Escherichia coli aureus Bacillus dan berdasarkan penelitiannya, kulit buah jeruk berpotensi sebagai antimikroba. 

Saat ini masyarakat banyak menganggap kulit buah jeruk hanya sebagai sampah dan tidak ada manfaatnya, padahal kulit jeruk dapat bermanfaat bagi kulit wajah untuk mengobati jerawat. Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi pada kulit wajah manusia, banyak faktor yang mengakibatkan munculnya jerawat, yaitu karena kurangnya dalam menjaga kebersihan wajah, salah menggunakan produk kecantikan dan lain sebagainya. 

Jerawat umum terjadi pada remaja dan dapat mempengaruhi kualitas hidup dengan memberikan efek psikologis. Bakteri penyebab munculnya jerawat adalah Staphylococcus aureus dan obat yang biasa digunakan untuk mengobati jerawat yangbanyak dipasarkan adalah merupakan senyawa kimia dari golongan antibiotik. 

Penggunaan antibiotik yang terus menerus dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan cara peningkatan pemanfaatan bahan alami sebagai obat anti jerawat. 
Kulit jeruk dapat digunakan sebagai masker wajah karena berbagai kandungan yang terdapat di dalamnya. 

Ketersediaan masker kulit wajah yang berlimpah dan dengan berbagai jenis, bentuk dan varian dengan harga yang relatif mahal dan bahan kimia yang digunakan sebagai campuran di dalam masker wajah dapat mengganggu kesehatan kulit yang dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan alergi. 

Pembuatan masker wajah dari kulit jeruk selain dapat memberikan efek kecantikan pada wajah juga dapat memberikan peluang usaha dalam pembuatan masker wajah dari kulit jeruk dan dapat meminimalisir penumpukan limbah pangan bagi lingkungan. Pemanfaatan limbah kulit jeruk ini menjadi masker ini dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Eza Ria (2011), bahwa aktivitas antioksidan ekstrak kulit jeruk berkisar antara 66,84-68,91%. Hasil tersebut menunjukan bahwa di dalam kulit jeruk banyak terkandung antioksidan (asam askorbat), sehingga kulit jeruk dapat dijadikan sebagai bahan dasar alternatif pembuatan masker wajah. 

Antioksidan yang terkandung dapat bermanfaat untuk memperlambat penuaan dini, mengatasi jerawat dan mencerahkan kulit wajah, yaitu dengan adanya elektron hidrogen yang dapat menangkap radikal bebas (elektron tak berpasangan) dari sinar ultraviolet, makanan-makanan yang dikonsumsi yang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh dan faktor eksternal lainnya yang dapat merusak kulit. 

Masker kulit jeruk adalah masker yang terbuat dari kulit jeruk yang telah dikeringkan dan diolah menjadi bubuk yang baik untuk kulit wajah yang berjerawat dan aman digunakan untuk wajah karena memberikan efek samping yang relatif sedikit karena terbuat dari bahan alami. 

Cara membuat masker kulit jeruk adalah dengan menggunakan bahan baku kulit jeruk, minyak kelapa dan madu. Pertama bagian serat-serat putih yang tertinggal di lapisan kulit jeruk dibuang dan dibersihkan. Selanjutnya cuci bersih kulit jeruk menggunakan air mengalir. 

Jemur kulit jeruk dibawah sinar matahari selama 2 hari hingga mengering atau bisa di oven jika ingin mempersingkat proses pengeringan. Kemudian ketika sudah kering, tumbuk kulit jeruk hingga menjadi bubuk atau dapat menggunakan blender. Setelah itu simpan bubuk pada toples kedap udara. 

Cara pengaplikasian masker kulit jeruk pada wajah adalah, campurkan bubuk kulit jeruk dengan minyak kelapa dan madu, lalu aduk hingga menyerupai pasta. Sebelum diaplikasikan, usapkan wajah menggunakan uap air panas agar pori-pori wajah terbuka, lalu oleskan masker ke permukaan kulit wajah secara merata dan diamkan selama 15 menit hingga mengering. Setelah 15 menit, bilas wajah dan keringkan dengan handuk bersih atau tisu wajah dengan cara menepuk-nepuk pelan wajah. 

Masker kulit jeruk dapat digunakan 2 kali sehari untuk mendapatkan wajah yang bersinar cerah alami, lembut dan halus. Dengan pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai masker wajah, disamping dapat bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit wajah, hal ini juga dapat meminimalisir terjadinya penumpukan sampah bagi lingkungan, sehingga dapat menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dari sampah. 

Masa sekarang, manusia harus bisa berfikir kreatif untuk bumi yang lebih baik. Banyak limbah limbah pangan yang dapat digunakan kembali sebagai bahan dasar dalam pembuatan produk yang berfanfaat bagi manusia. Limbah jeruk yang biasanya dibuang begitu saja kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan masker, dimana masker ini memberikan efek yang baik untuk kulit wajah, khususnya bagi kalangan wanita yang ingin menyempurnakan penampilannya untuk mendapatkan kulit yang sehat, bersih dan berseri.

Penulis : 
Ni Kadek Karina Sari Dewi

Mahasiswa Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan

Fakultas Pertanian-Universitas Warmadewa

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/opn



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami