Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Denpasar Tata Ulang Wajah Pusat Kota dari Catur Muka hingga Gajah Mada

Selasa, 4 Agustus 2026, 22:51 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Denpasar Tata Ulang Wajah Pusat Kota dari Catur Muka hingga Gajah Mada.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Kota Denpasar mulai mematangkan penataan sejumlah kawasan strategis di pusat kota. Penataan tidak hanya diarahkan untuk mempercantik wajah kota, tetapi juga menghidupkan kembali ruang publik dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Sejumlah titik yang masuk dalam rencana penataan antara lain kawasan Catur Muka, Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tambrin, kawasan Suci, hingga Jalan Gajah Mada.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, proses persiapan penataan telah berjalan, termasuk melibatkan pihak kontraktor. Namun, kawasan yang memiliki nilai sejarah dan karakter kuat membutuhkan perencanaan yang matang agar pembaruan tidak menghilangkan identitas kota.

Hal tersebut disampaikan Jaya Negara dalam diskusi di Bhineka Djaya, Selasa (4/8/2026). Dalam pembahasan tersebut, Pemkot Denpasar juga mengundang sejumlah seniman, di antaranya Putu Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra atau Kedux.

Pelibatan seniman dilakukan untuk mendapatkan masukan mengenai konsep penataan, terutama agar aspek estetika dan identitas budaya tetap menjadi bagian dari perubahan wajah pusat kota.

“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Karena itu, masukan dari para seniman sangat penting dalam proses penataan ini,” ujar Jaya Negara

Salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus adalah Jalan Gajah Mada. Selain wajah bangunan, penataan akan menyasar pedestrian dengan melibatkan para pemilik toko di sepanjang kawasan tersebut.

Pemkot Denpasar sebelumnya telah berkomunikasi dengan pemilik toko untuk membahas rencana penataan kawasan yang dikenal sebagai salah satu bagian bersejarah Kota Denpasar tersebut.

"Penataan akan mencakup wajah kawasan serta pedestrian, dengan harapan kawasan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar dapat kembali hidup dan menjadi ruang kota yang menarik bagi masyarakat," ungkap Jaya Negara.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama penataan, Pemkot Denpasar juga berencana menyediakan mobil listrik yang berkeliling di kawasan Jalan Gajah Mada. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang berkunjung sekaligus mengurangi kebutuhan parkir kendaraan di sepanjang jalan.

Rencana penataan mendapat respons positif dari sejumlah pemilik toko. Wirawan Tjahjadi, pemilik Toko Bhineka Djaya, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut dan bahkan siap menjadikan bagian depan tokonya sebagai percontohan.

“Kami sangat setuju dengan adanya penataan wajah kota ini, terutama di sepanjang Jalan Gajah Mada. Bahkan, untuk menjadi percontohan, bagian depan toko kami siap digunakan,” ungkapnya.

Menurutnya, penataan kawasan Gajah Mada dapat menghadirkan suasana baru sekaligus mendorong masyarakat kembali beraktivitas di pusat kota.

Dukungan juga disampaikan seniman Kota Denpasar, I Komang Gede Sentana Putra atau Kedux. Ia menilai penataan wajah kota penting dilakukan secara berkala, tetapi tidak dengan menghilangkan sejarah yang melekat pada kawasan pusat Denpasar.

“Secara pribadi saya sangat mendukung. Wajah kota wajib di-maintenance, bukan diganti secara total. Karena di dalamnya ada sejarah awal terbentuknya kota. Kalau ada penataan, kami sangat mendukung karena ini bisa mengangkat kota dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Menurut Kedux, kawasan pusat kota memiliki peluang dikembangkan menjadi destinasi baru yang mampu menggerakkan perekonomian. Masyarakat diharapkan tidak sekadar melintas, tetapi memiliki alasan untuk datang dan menghabiskan waktu di kawasan tersebut.

“Harapannya kawasan ini bisa menjadi destinasi dan pusat perputaran ekonomi. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tetapi bisa datang, menikmati suasana, dan berlama-lama di kawasan ini,” katanya.

Konsep penataan saat ini masih terus digali dengan mencari karakter dan ikon yang dapat membedakan satu kawasan dengan kawasan lainnya di Denpasar.

Kawasan Patung Kuda menjadi salah satu titik yang turut dikaji. Penataan nantinya dapat diarahkan dengan penggunaan material yang lebih permanen, termasuk unsur logam, serta penambahan ruang yang memungkinkan masyarakat bersantai dan menikmati suasana kawasan.

“Di kawasan Patung Kuda misalnya, akan kita lihat kembali apa yang menjadi karakter daerah tersebut. Bisa diperbarui dengan material yang lebih permanen, menggunakan logam, kemudian diberikan spot-spot agar masyarakat bisa menikmati kawasan, datang, duduk, rileks, dan berlama-lama,” jelasnya.

Selain unsur estetika, fasilitas publik juga menjadi bagian dari konsep penataan. Toilet, tempat duduk dan spot foto diharapkan dapat melengkapi kawasan sehingga pusat kota tidak hanya berfungsi sebagai jalur kendaraan, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat.

Penataan tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali pusat Kota Denpasar dengan wajah yang lebih segar tanpa menghilangkan karakter sejarahnya, sekaligus membuka ruang baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Denpasar



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami