Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Permintaan Ekspor Tinggi, Harga Porang Malah Merosot

Kamis, 30 September 2021, 18:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Permintaan Ekspor Tinggi, Harga Porang Malah Merosot.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Permintaan Porang saat ini disebut masih tinggi untuk di sejumlah negara diantaranya negara China, Jepang, bahkan ke Belanda.

Sub Koordinator Karantina Tumbuhan, Agus taufik. SP menjelaskan untuk jumlah volume ekspor ke negara China bisa mencapai 2 ton per bulan.

Melihat jumlah permintaan tersebut, ia menilai peluang ekspor porang masih tinggi. Meski demikian naiknya permintaan berdampak pada harga per kilogram Porang yang akhirnya mengalami penurunan yakni dari sebelumnya di kisaran harga Rp8.000,- per kilogram saat ini hanya di harga Rp 4.500 per Kilogramnya dalam kondisi basah atau bongkol.

Ia mengungkap kondisi tersebut disebabkan beberapa faktor mulai dari banyak masyarakat mulai melirik dan ikut menanam Porang serta  prospeknya yang dinilai masih tinggi. Sehingga, kata dia, menyebabkan harga menurun dari sebelumnya.

"Jika dilihat permintaan Porang paling banyak ke negara China, Jepang dan Belanda," jelasnya, Kamis (30/9) di Denpasar.

Saat ini, menurutnya, pemenuhan ekspor Porang dinilai masih kurang meski permintaan dari negara China per bulan mencapai 2 ton. Sebelumnya ekspor Porang semat ditolak oleh negara China dikarenakan telah ditemukan adanya cendawan atau jamur pada Porang.

Hal ini disebabkan karena pengolahan porang yang dilakukan sebelum pengiriman kurang bagus. Meskipun demikian, saat ini  telah dilakukan kosiliasi ke negara China, yang akhirnya diperbolehkan kembali mengirim Porang dengan sejumlah catatan persyaratan yang harus dipenuhi sebelumnya.

"Melihat jumlah permintaan tersebut dapat dikatakan peluang ekspor Porang masih ada" katanya.

Dikatakan saat ini, ekspor porang dilakukan melalui pulau Jawa. Dengan sistem sementara, di Jawa menerima pasokan dari beberapa daerah luar Jawa. Selanjutnya dikumpulkan di gudang, kemudian jika jumlah  telah terpenuhi baru di ekspor ke negara tujuan. 

"Untuk di Bali memang telah ada salah satu Pabrik Porang terletak di Singaraja untuk menerima Porang," paparnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami