Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Jelang Iduladha, Harga Ayam Potong di Pasar Badung Masih Stabil
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Harga daging ayam potong di Pasar Badung, Kota Denpasar, masih terpantau stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Hingga Kamis (14/5/2026), harga ayam potong masih berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram.
Meski harga belum mengalami kenaikan, para pedagang mengaku penjualan daging ayam masih cenderung sepi dibanding harapan menjelang hari besar keagamaan.
Salah satu pedagang ayam potong, I Gusti Nyoman Ayu mengatakan, harga jual ayam potong saat ini masih bertahan normal tanpa kenaikan signifikan.
"Harga masih seperti biasa, Rp 38.000,- per hari ini," jelasnya, Kamis pagi, (14/5/2026) di sela aktivitasnya memotong daging ayam di Pasar Badung, Kota Denpasar, Provinsi Bali.
Menurutnya, dengan kondisi harga yang stabil, penjualan di lapaknya rata-rata hanya mencapai 50 kilogram per hari.
"Untuk di lapak saya. Ya, hanya mampu menjual 50 Kilogram saja per harinya," jelasnya.
Ia menambahkan, hampir seluruh bagian ayam potong masih diminati pembeli maupun pelanggan tetap di pasar tradisional tersebut.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Nyoman Widia. Ia menyebut harga ayam potong hingga kini belum mengalami perubahan menjelang Idul Adha tahun ini.
"Harga jual daging ayam masih saya jual Rp 38.000,- per kilogramnya. Jadi belum ada kenaikan harga daging ayam ini," ucapnya.
Namun demikian, kondisi pasar menurutnya masih relatif sepi. Penjualan harian daging ayam potong bahkan hanya berkisar 10 hingga 30 kilogram per hari.
"Penjualan daging ayam potong ini. Ya masih segini-gini aja Ya, sepi. Paling per hari Saya hanya mampu menjual 10 hingga 30 Kilogram daging ayam ini perharinya," terangnya.
Ia memperkirakan lemahnya daya beli masyarakat dipengaruhi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, banyak masyarakat Bali yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata, sementara kunjungan wisatawan masih dalam musim sepi (low season).
Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap pola belanja masyarakat, terutama saat harga sejumlah kebutuhan pokok masih relatif tinggi dibanding sebelumnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5833 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4599 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan