Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
4 Gaya Humor Menurut Psikolog
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak orang mengatakan bahwa orang humoris menutupi rasa sedihnya dengan membuat lelucon agar orang lain tertawa dan tidak mengetahui rasa sakit mereka, baik secara emosional maupun psikis.
Psychology Today juga menuliskan bahwa humor memiliki banyak fungsi berbeda dalam kehidupan masing-masing orang.
Terkadang seseorang menggunakan humor sebagai mekanisme untuk menanggulangi (koping) ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik.
Para peneliti menggunakan berbagai skala untuk menilai sifat humor seseorang, tetapi yang paling umum sejauh ini adalah "Kuisioner Gaya Humor".
Kuisioner ini dikembangkan oleh psikolog humor Rod Martin dan murid-muridnya ini digunakan untuk menilai bagaimana orang-orang menggunakan humor dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Jawaban para peserta terbagi dalam empat gaya humor, yakni:
Afiliative Humor
Kecenderungan untuk berbagi lelucon dengan orang lain, melontarkan lelucon dan mengisahkan cerita lucu agar membuat orang lain tertawa.
Gaya humor ini bertujuan untuk membangun sebuah hubungan dan agar orang lain merasa nyaman.
Self-Enhancing Humor
Kecenderungan untuk mempertahankan pandangan hidup yang lucu, bahkan ketika tidak dengan orang lain. Menggunakan humor untuk mengatasi stres atau menghibur diri dengan humor.
Agressif humor
Kecenderungan menggunakan humor untuk meremehkan, merendahkan, atau memanipulasi orang lain.
Misalnya menggunakan ejekan, lelucon yang ofensif atau membuat orang lain tersinggung, berpotensi menggunakan lelucon seksis dan rasis.
Self-Defeating Humor
Kecenderungan untuk menghibur orang lain dengan menggunakan diri sendiri sebagai objek, atau humor yang merendahkan diri sendiri. Misalnya, tertawa bersama orang lain ketika diejek.
Biasanya humor ini digunakan untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya dari diri sendiri dan orang lain.
Peneliti mengategorikan affiliative humor dan self-enhancing humor sebagai gaya humor positif, sementara agressif humor dan self-defeating humor sebagai gaya yang negatif.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1729 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1651 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1244 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah