Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
AMSI Sebagai Pemberi Informasi Berkualitas Tanpa Hoax
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) diharapkan mampu sebagai penyalur konten-konten berita yang berkualitas dan tentunya yang jauh dari informasi bohong atau hoax.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bendahara Umum AMSI, Mariadi dalam kegiatan Media Empowerment for Democratic Integrity and Accountability (MEDIA) TOR FGD on Quality Media Advertising Agency Bali di Baris Room, Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Rabu (27/10).
Kegiatan tersebut juga digelar dengan empat rangkaian, mulai dari Jakarta, Makasar, Surabaya, dan Bali. Sejak awal berdiri, keinginan tahun 2017 deklarasi AMSI harus menghadirkan media dengan konten berkualias tidak hoaks.
"Melihat tingkat hoaks cukup parah. Hasil riset, media sosial mempunyai tingkat kepercayaan tinggi daripada media mainstream. Seiring pertumbuhan, masyarakat melihat media sosial banyak hoaks dan memverifikasinya di media mainstream," jelasnya.
Dalam konteks yang lain, sejatinya iklan di media digital tumbuh pesat angkanya, yaitu menurut Mariadi data terakhir sampai Rp18 Triliun. Namun yang menikmati bukan media, lebih banyak OTT seperti google maupun youtube. Perkembangannya, media makin terdesak dengan iklan yang kecil dan pandemi.
"Ketika pandemi, otomatis belanja-belanja iklan dikurangi oleh brand dan menyulitkan media. Persoalan penting, iklan tidak selalu menyasar media yang menjalankan dengan benar. Catatan dewan pers, jumlah media 43 ribu. Naik menjadi 75 ribu. Makin banyak media, persaingan makin ketat, terutama di traffic," sambungnya.
Ia juga menyampaikan banyak media tidak benar memproduksi konten dengan hak cipta, judul bombastis, hoaks, tidak pernah menguji informasi dan tidak sesuai kode etik. Banyak stakeholder harus melihat ini, bahwa bagaimana konten dihasilkan.
Dalam kesempatan itu ia menyebutkan situasinya memprihatinkan. Sebab di sejumlah daerah ada laporan pemda memberi kerja sama bukan berdasarkan kualitas, hanya berdasarkan kedekatan.
"Ini yang melatarbelakangi. Untuk memberi konten yang baik, mesti didukung pendapatan yang bagus. Pengeluarannya, poin-poin bagus, kedepannya membuat institusi atau lembaga yang bisa menjembatani," tandasnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4410 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2069 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1952 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1599 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1441 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan