Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 17 Juli 2026
Konsumsi Kopi Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bagi Anda yang tak bisa melewati hari tanpa secangkir kopi, berhati-hatilah. Meski sejumlah penelitian mengungkap manfaat kopi bagi kesehatan jantung, ada organ lain yang mungkin akan terganggu karena konsumsinya yang berlebihan.
Penelitian baru di CJASN mengidentifikasi beberapa metabolit (produk yang dihasilkan selama proses metabolisme) dalam darah yang kadarnya diubah oleh konsumsi kopi ternyata dapat mempengaruhi risiko penyakit ginjal kronis.
Casey M. Rebholz, Ph.D., MS, MNSP, MPH dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dan rekan-rekannya memeriksa 372 metabolit darah dari 3.811 peserta dalam studi Risiko Aterosklerosis dalam Komunitas. Mereka menemukan bahwa 41 metabolit dikaitkan dengan konsumsi kopi.
Ketika tim menganalisis metabolit ini pada 1.043 orang dewasa tambahan di Bogalusa Heart Study, sebuah studi epidemiologi jangka panjang berbasis komunitas, 20 dari 41 metabolit juga dikaitkan dengan konsumsi kopi dalam kelompok ini.
Tingkat yang lebih tinggi dari 3 metabolit yang berhubungan dengan kopi ini secara signifikan dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit ginjal kronis.
"Banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang konsisten dengan diet sehat. Kami dapat mengidentifikasi satu metabolit yang mendukung teori ini," kata Dr. Rebholz.
"Tapi ada 2 metabolit lain yang terkait dengan kopi, yang secara mengejutkan dikaitkan dengan risiko penyakit ginjal kronis yang lebih tinggi. Senyawa ini juga terkait dengan merokok, yang mungkin sebagian menjelaskan mengapa senyawa ini dikaitkan dengan risiko penyakit ginjal yang lebih tinggi," katanya lagi, melansir dari Medical Xpress.
Dengan penelitian lebih lanjut tentang dasar-dasar metabolisme hubungan kopi dan ginjal, metabolit ini dapat menunjukkan proses yang relevan untuk mencegah penyakit ginjal melalui modifikasi pola makan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3710 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1390 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1322 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1258 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun