Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 19 Juli 2026
Kebijakan Berubah-ubah, Pemerintah Mestinya Buat Skema Jelas
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian, Kuta, Wayan Puspa Negara mengungkap meski penerbangan internasional sudah dibuka, namun saat ini kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) belum ada.
Hal inilah, lanjutnya, yang menjadi keluhan pelaku usaha baik skala besar maupun kecil yang bergerak di sektor Pariwisata di daerah Legian khususnya. Ia mengusulkan agar dibuat skema dari Pemerintah, setelah kebijakan Open Border skema apa yang selanjutnya perlu dibentuk sehingga peraturan tidak sering berubah-ubah.
"Masyarakat dalam hal ini seperti diberi Harapan Palsu (PHP) misalnya dahulu katanya border dibuka. Selanjutnya ditutup lagi. Sedangkan saat ini border dibuka akan tetapi tidak diikuti mekanisme yang mana Wisman tersebut dapat masuk ke Bali," jelasnya, Senin (8/11) di Legian, Badung.
Dari pengamatannya serta opini berkembang, ia mengungkap ada persoalan di regulasi. Regulasi berubah-ubah, menurutnya malah membuat ragu wisman masuk ke Bali. Seperti, sebutnya, harga PCR yang berubah-ubah juga ditambah adanya pemberlakuan karantina. Tentu dalam kaitan dengan hal tersebut Bali diharapkan dikelola 'One Island One Green Soon'.
"Sehingga dalam kaitan dengan hal tersebut seluruh daerah di Bali layak untuk dikunjungi atau standar tempat-tempat di Bali tersebut layak di kunjungi," katanya.
Maka dari itu, katanya, Bali perlu memiliki Public Relation serta promosi yang baik terkait promosi yang mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Bali.
"Jadikan Bali dari 'One island One management' dijadikan 'One island One Green Soon' atau menjadi 'quarantine in Paradise'. Tentu tetap dibarengi dengan standarisasi jelas terkait protokol kesehatan. Setidaknya dengan demikian lama Wisman menginap juga akan lebih lama," paparnya.
Selain itu juga, regulasi Pemerintah daerah, kata dia mestinya daya tawar ke Pemerintah Pusat. Hal ini lantaran Pemerintah pusat cenderung melihat dari perspektif konvensional.
"Harusnya hal yang spesifik disampaikan kepada Pemerintah Daerah kepada Pemerintah pusat agar kebijkan diturunkan Pemerintah pusat dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan jika ekonomi Bali tidak bertumbuh maka merupakan ancaman tersendiri buat masyarakat Bali karena sejauh ini Bali tidak memiliki sektor lain yang dikembangkan selain Pariwisata.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3722 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1341 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1266 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun