Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pasar Natal Dortmund dengan Pohon Natal Terbesar Tetap Dibuka

Rabu, 1 Desember 2021, 13:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Pasar Natal Dortmund dengan Pohon Natal Terbesar Tetap Dibuka

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Di tengah banyaknya pembatalan pasar Natal di Jerman, Pasar Natal Dortmund tetap menyambut pengunjung. Namun, dengan menerapkan aturan kesehatan yang ketat.

Ketika hari mulai gelap, pasar natal di kota Dortmund yang terkenal di Hansaplatz akan terlihat menyala dan berkilauan.

Aroma sosis bakar Bratwurst, anggur panas (Gluehwein) dan almond memenuhi udara. Di tengahnya berdiri pohon Natal terbesar di Jerman, dengan ketinggian mencapai 45 meter dan bobot sekitar 40 ton.

Pohon raksasa itu sudah berdiri sejak 22 November dan akan menyala hingga 30 Desember. Tentu masih banyak pohon-pohon kecil lain yang menyala, ada sekitar 1.700 pohon cemara di sekitar tempat itu, diterangi oleh 48.000 lampu.

Upacara penyalaan pohon natal di pusat kota biasanya merupakan acara besar. Setiap tahun, wali kota Dortmund menyalakan lampu tepat pukul 6 sore.

"Tahun ini, semuanya sedikit berbeda," kata Verena Winkelhaus, direktur Asosiasi Perdagangan dan Pertunjukkan Pasar di kawasan Westfalen kepada DW.

"Sejak jam 5 sore, kami menyiapkan live feed,” katanya.

Karena pandemi, upacara penyalaan lampu memang dilakukan hanya secara online, tanpa keramaian di lokasi.

Tapi Verena tetap puas, karena Pasar Natal Dortmund tetap dibuka.

"Saya senang, saya tidak menghabiskan sepanjang tahun bekerja untuk ini tanpa hasil," katanya.

Berlaku Aturan "2G"

Ada sekitar 300 kios yang ditata ulang untuk menciptakan lebih banyak ruang di lokasi Pasar Natal, agar orang tidak berkerumun.

Untuk itu ada delapan instalasi lampu baru untuk memberikan penerangan tambahan di pusat kota.

Pasar Natal Dortmund hanya bisa dikunjungi dengan aturan "2G", dalam bahasa Jermannya, "Geimpft" dan "Genesen", artinya sudah divaksinasi atau pernah terkena Covid-19 dan sudah sembuh.

Memang tidak semua pengunjung diperiksa satu persatu. Pemeriksaan sertifikat vaksin maupun sertifikat kesembuhan dilakukan secara acak oleh petugas. Setelah diperiksa, pengunjung menerima gelang yang tidak bisa dilepas dan diberikan kepada orang lain.

Siapa pun yang ditemukan melanggar aturan akan menerima denda 250 Euro. Selain itu, pengunjung wajib memakai masker di mana-mana di dalam pasar.

Tetap ramai pada malam hari Elli Hadjibeigi, yang berbicara dengan DW saat mengunjungi pasar Natal, juga senang bisa datang ke Pasar Natal.

Sekalipun dia mengaku tetap khawatir dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi virus corona.

"Saya berharap orang-orang akan mau dites lebih sering," katanya.

Marion dan Juergen Kiehl mengaku terkejut dengan banyaknya pengunjung yang datang.

"Orang-orang sangat santai dan tidak merasa seperti sedang diawasi," kata Marion Kiehl.

"Tapi tentu sangat berbeda, jauh lebih sedikit daripada biasanya," tambahnya.

Di dekatnya, orang-orang berkumpul di sekitar pohon Natal raksasa di Hansaplatz dan mengambil gambar dengan antusias.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami