Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Pelabuhan Celukan Bawang Perketat Pengawasan Hantavirus
BERITABALI.COM, BULELENG.
Meningkatnya kunjungan kapal pesiar internasional ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, membuat pengawasan kesehatan diperketat untuk mengantisipasi penyebaran hantavirus di Bali Utara.
Langkah antisipasi dilakukan menyusul tingginya mobilitas ribuan wisatawan mancanegara dan awak kapal yang masuk melalui jalur laut sepanjang tahun 2026.
General Manager Pelindo Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengatakan pengawasan dilakukan melalui pengendalian hama dan tikus secara rutin di kawasan pelabuhan. Upaya ini penting karena hantavirus dapat menyebar melalui paparan hewan pengerat yang terinfeksi.
“Kami juga berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/5).
Selain pengendalian lingkungan, setiap kapal pesiar internasional yang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan sanitasi secara ketat.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh penumpang maupun kru kapal guna memastikan kondisi kesehatan tetap aman sebelum melakukan aktivitas di wilayah Bali Utara.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada penumpang maupun kru kapal pesiar setiap kapal sandar di Pelabuhan Celukan Bawang,” katanya.
Sebagai langkah penguatan deteksi dini, pihak pelabuhan juga membuka peluang penambahan fasilitas kesehatan, termasuk pemasangan thermal scanner untuk memantau potensi penyakit menular dari luar negeri.
Sepanjang tahun 2026, Pelabuhan Celukan Bawang dijadwalkan menerima 19 kunjungan kapal pesiar internasional. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 10 kapal pesiar telah bersandar dengan membawa sekitar 11.198 penumpang dan 6.183 awak kapal.
Tingginya arus kunjungan internasional tersebut dinilai memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata Bali Utara. Namun di sisi lain, kondisi itu juga meningkatkan risiko masuknya penyakit menular, termasuk hantavirus.
Imron menilai pengawasan kesehatan idealnya sudah dilakukan sejak kapal pertama kali masuk ke pelabuhan di Indonesia, seperti di Pelabuhan Benoa. Dengan demikian, saat kapal melanjutkan perjalanan ke Celukan Bawang, kondisi seluruh penumpang dan kru sudah dipastikan aman.
Dengan meningkatnya intensitas kunjungan kapal pesiar internasional, Pelabuhan Celukan Bawang kini tak hanya menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke Kabupaten Buleleng, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam antisipasi penyebaran hantavirus di Bali Utara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 734 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 257 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun