Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Prancis Deteksi Varian Baru Virus Corona, IHU
BERITABALI.COM, DUNIA.
Prancis mendeteksi jenis baru virus corona Covid-19. Penelitian Prancis melaporkan varian baru virus corona Covid-19 yang mungkin berasal dari Kamerun.
Sementara ini, mereka memberi nama varian baru virus corona itu sebagai "IHU". Menurut studi peer-review yang didukung oleh Pemerintah Prancis, varian baru virus corona Covid-19 ini berasal dari garis keturunan B.1.640.2, yang diyakini sudah menginfeksi 12 orang di negara tersebut.
Varian baru virus corona Covid-19 ini memiliki 46 mutasi. Lalu, 12 orang yang diyakini terinfeksi varian baru virus corona itu tinggal di wilayah geografis sama di bagian tenggara Prancis.
"Tes PCR yang menyaring mutasi terkait varian baru virus corona ini menunjukkan kombinasi atipikal," kata Philippe Colson, dari IHU Mediterranee Infection, Marseille, Prancis dikutip dari Times of India.
Namun, Colson berpendapat terlalu dini untuk berspekulasi tentang fitur virologi, epidemiologi atau klinis dari varian IHU ini berdasarkan 12 kasus tersebut.
Menurut penelitian, kasus indeks atau pasien pertama adalah orang dewasa yang sudah vaksin Covid-19 dan baru saja kembaali dari Kamerun.
Tiga hari setelah kembali, dia mengalami gejala pernapasan ringan. Sampel nasofaringnya dikumpulkan pada pertengahan November 2021.
Hasil uji sampelnya mengungkapkan kombinasi atipikal yang tidak sesuai dengan pola varian Delta dan varian Omicron.
Sedangkan, sampel pernapasan yang dikumpulkan dari 7 pasien positif virus corona Covid-19 lainnya yang tinggal di wilayah geografis sama menunjukkan kombinasi mutasi serupa yang dideteksi melalui tes PCR. Mereka adalah dua orang dewasa dan 5 anak-anak di bawah usia 15 tahun.
Tes lebih lanjut mengarah pada identifikasi genotipe SARS-CoV-2. Analisis mengungkapkan 46 mutasi varian baru virus corona tersebut menghasilkan 30 substitusi asam amino. Adapun 14 asam amino itu termasuk N501Y dan E484K, dan 9 delesi terletak di protein spike.
"Pola genotipe ini menyebabkan terciptanya garis keturunan Trenggiling baru bernama B.1.640.2, yang merupakan kelompok saudara filogenetik dari garis keturunan B.1.640 lama yang berganti nama menjadi B.1.640.1," kata studi.
Kedua garis keturunan itu berbeda dengan 25 substitusi nukleotida. Karena itu, Colson dan tim penelitinya memberi nama varian baru virus corona ini dengan "IHU".
Dia menambahkan bahwa data tersebut adalah contoh lain dari ketidakpastian munculnya varian SARS-CoV-2. Secara keseluruhan, pengamatan ini menunjukkan ketidakpastian munculnya varian baru SARS-CoV-2.
“Varian SARS-CoV-2 telah menjadi perhatian virologi, epidemiologi, dan klinis utama, terutama yang berkaitan dengan potensinya menembus vaksin Covid-19, Jadi, munculnya varian baru virus corona menjamin peningkatan pengawasan genomik SARS-CoV-2," jelasnya. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2059 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1940 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan