Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Pohon Tumbang Tutup Jalur Denpasar-Gilimanuk
BERITABALI.COM, TABANAN.
Angin kencang disertai hujan gerimis yang terjadi di wilayah Tabanan beberapa waktu terakhir menimbulkan pohon tumbang dan sempat membuat macet Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur.
Kemacetan sempat terjadi karena pohon tumbang menutup sebagian ruas jalan.
“Petugas dari Polsek Selemadeg Timur segera melakukan pembersihan dan membuka arus lalu lintas,” kata Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, Kamis, (27/1).
Iputu Subagia menjelaskan, pohon tumbang jenis perindang ini terjadi sekitar Pukul 06.15 WITA dan sekitar 06.45 WITA arus lalu lintas sudah berjalan normal. Personel piket yang dipimpin Pawas Iptu I Wayan Subagia mendatangi lokasi dan melakukan pengaturan arus buka tutup serta pemotongan terhadap dahan yang menutupi sebagian ruas jalan.
“Sehingga tidak terjadi kemacetan yang panjang,” ujarnya.
Iptu Subagia mengingatkan para pengendara agar berhati-hati melintas di jalan terutama yang di sekitarnya wilayah rimbun dan memiliki pohon besar. Karena cuaca buruk berupa angina disertai hujan ringan masih akan terjadi hingga awal Februari.
“Selalu jaga kesehatan dan jangan lelah ketika berkendara,” ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4538 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2005 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1610 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun