Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Sebelum Tahun 818 Saka Topeng Sudah Ada di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali memiliki banyak kesenian yang juga sudah membudaya di Bali. Salah satunya adalah kesenian terkait topeng. Topeng adalah warisan seni budaya yang sudah ada sejak lama di Bali. Tak hanya ditarikan, topeng juga dikenal sebagai sesuatu yang sakral dan disucikan khususnya jika berada di area pura dan disungsung oleh umat Hindu di Pulau Dewata.
Dalam prasasti Bebetin, yang berangka tahun 818 Saka, dan yang berangka 894 Saka ada yang menyebutkan kata 'patapukan'. Kata ini menurut salah seorang penari topeng, yakni i Made Kanta.
Kemungkinan besar kata topeng berasal dari kata tapuk. Yang kemudian menjadi pertapukan.
Dari kata tapuk, kemudian lama-lama menjadi topeng, tameng, atau tamiang. Disimpulkan dari beberapa penemuan, bahwa topeng di Bali telah ada sejak sebelum 818 Saka. Membuat topeng bukanlah perkara mudah karena membutuhkan ketrampilan khusus.
Salah satu seniman muda bernama Komang Mega, mengaku bahwa membuat topeng yang bagus dan awet membutuhkan ketrampilan yang tidak biasa. Prosesnya pun terbilang cukup panjang dan memakan waktu.
"Pekerjaan membuat topeng membutuhkan konsentrasi, kesabaran, dan ketelitian," katanya kepada Tribun Bali, dalam program Bali Sekala-Niskala.
Topeng pun dibedakan lagi, ada topeng hiburan atau yang bersifat profan dan ada pula topeng yang sakral dan disucikan. Pembuatan topeng melalui proses, mulai dari pemilihan kayu yang bagus dan melihat jenis kayu serta lokasinya.
"Jangan sampai kayu itu basah agar nanti tidak cepat busuk atau rusak," katanya.
Beberapa kayu yang dipilih seperti kayu pule, kayu Kepuh, dan kepah serta lain sebagainya. Sebelum memotong kayu pun, ia akan menghaturkan canang atau upakara lainnya untuk minta izin.
Apalagi jika kayunya diambil di tempat yang tenget dan di area pura. Maka harus meminta izin sekala-niskala untuk menebang kayu tersebut.
"Kebetulan saya memang sudah sejak kecil, melihat ayah saya (Wayan Muka), membuat topeng," katanya.
Sehingga telah menjadi keseharian Komang Mega, berada di lingkungan tersebut. Namun ia pun sempat bekerja di sebuah kantor notaris. Hingga sampai mendiang sang ayah, memintanya kembali ke rumah dan meneruskan warisan keluarga untuk membuat topeng.
Saat ini Komang Mega, bisa membuat berbagai jenis topeng. Mulai dari topeng patapakan seperti Ratu Gede Mas Mecaling, topeng barong, rangda, bebondresan, hingga topeng Nuh ala Jepang.
Ia pun mendapatkan pesanan tidak hanya dari Bali saja. Ada banyak pesanan dari luar Bali, bahkan luar negeri. Topengnya pun diminati banyak kalangan, hingga pejabat tinggi seperti Megawati Soekarnoputri, hingga Sukmawati Soekarnoputri. (Sumber : bali.tribunnews.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli