Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 24 Oktober 2026
Kehilangan Orangtua Saat Pandemi, Anak Bisa Alami Dampak Besar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pandemi Covid-19 telah berdampak bagi banyak kehidupan masyarakat. Salah satunya ialah banyak anak yang kehilangan orangtuanya.
Menurut data dari Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluaraga Berencana (DP3AKB), terdapat 407 anak di Semarang telah kehilangan orangtua nya, dan 53 anak yatim piatu.
Menurut National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo. jumlah kematian akibat Covid-19 di usia produktif, membuat anak-anak kehilangan kedua orangtuanya.
“Menurut data yang kita dapat dari Kementerian Sosial terhitung akhir Desember 2021, terdapat 37.951 anak yang kehilangan orangtuanya semasa pandemi,” ungkapnya dalam acara ‘Aktualisasi Diri Melalui Kekuatan Kebaikan’, Rabu (9/2/2022).
Tak hanya itu, mereka juga berpotensi mengalami perubahan pola pengasuhan. Gregor mengatakan pengasuhan pengganti berpotensi menghadapi berbagai keterbatasan, seperti keterbatasan fisik, mental, dan ekonomi.
Permasalahan ini tentunya akan memberi dampak besar bagi pemenuhan hak dasar seorang anak, seperti hak pendidikan dan juga kesehatan.
Oleh karena itu, Gregor mulai merespon dengan pengasuhan alternatif berbasis keluarga. Ia mengatakan bahwa SOS Children’s Village Indonesia berkolaborasi dengan Bantoo.id, di mana salah satu bentuk tindakannya adalah dengan menggalang dana untuk anak-anak di Semarang.
“Ini adalah angka yang menggerakkan kami untuk berkolaborasi untuk menggalang dana, yang 100 persen akan disalurkan kepada anak yang kehilangan orangtua akibat Covid-19,” tuturnya.
“Kami telah melakukan assessment terhadap beberapa anak di Semarang. Dan hasilnya terdapat 15 anak yang kondisinya sangat mendesak untuk dibantu,” lanjut Gregor Hadi Nitihardjo.
Lewat donasi yang terkumpul, ini akan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan anak, seperti asupan nutrisi, biaya pendidikan, akses layanan kesehatan dan penguatan ekonomi keluarga pengasuh anak, serta dukungan psikososial agar kondisi emosi anak tetap stabil.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5213 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4559 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2439 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2160 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2152 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan