Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Kehilangan Orangtua Saat Pandemi, Anak Bisa Alami Dampak Besar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pandemi Covid-19 telah berdampak bagi banyak kehidupan masyarakat. Salah satunya ialah banyak anak yang kehilangan orangtuanya.
Menurut data dari Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluaraga Berencana (DP3AKB), terdapat 407 anak di Semarang telah kehilangan orangtua nya, dan 53 anak yatim piatu.
Menurut National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo. jumlah kematian akibat Covid-19 di usia produktif, membuat anak-anak kehilangan kedua orangtuanya.
“Menurut data yang kita dapat dari Kementerian Sosial terhitung akhir Desember 2021, terdapat 37.951 anak yang kehilangan orangtuanya semasa pandemi,” ungkapnya dalam acara ‘Aktualisasi Diri Melalui Kekuatan Kebaikan’, Rabu (9/2/2022).
Tak hanya itu, mereka juga berpotensi mengalami perubahan pola pengasuhan. Gregor mengatakan pengasuhan pengganti berpotensi menghadapi berbagai keterbatasan, seperti keterbatasan fisik, mental, dan ekonomi.
Permasalahan ini tentunya akan memberi dampak besar bagi pemenuhan hak dasar seorang anak, seperti hak pendidikan dan juga kesehatan.
Oleh karena itu, Gregor mulai merespon dengan pengasuhan alternatif berbasis keluarga. Ia mengatakan bahwa SOS Children’s Village Indonesia berkolaborasi dengan Bantoo.id, di mana salah satu bentuk tindakannya adalah dengan menggalang dana untuk anak-anak di Semarang.
“Ini adalah angka yang menggerakkan kami untuk berkolaborasi untuk menggalang dana, yang 100 persen akan disalurkan kepada anak yang kehilangan orangtua akibat Covid-19,” tuturnya.
“Kami telah melakukan assessment terhadap beberapa anak di Semarang. Dan hasilnya terdapat 15 anak yang kondisinya sangat mendesak untuk dibantu,” lanjut Gregor Hadi Nitihardjo.
Lewat donasi yang terkumpul, ini akan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan anak, seperti asupan nutrisi, biaya pendidikan, akses layanan kesehatan dan penguatan ekonomi keluarga pengasuh anak, serta dukungan psikososial agar kondisi emosi anak tetap stabil.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1454 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1449 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1395 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1301 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun