Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 24 Oktober 2026
Survei: 1 dari 2 Orang di Asia Tenggara Merugi Karena Kencan Online
BERITABALI.COM, DUNIA.
Saat dunia akan merayakan Hari Valentine, Kaspersky mengeksplorasi risiko yang berpotensi muncul dalam hubungan online ini. Penipuan kencan online mengalami peningkatan sejak 2020.
Penelitian Kaspersky mengungkapkan 18 persen dari 1.007 orang dewasa yang disurvei untuk mewakili kawasan Asia Tenggara (SEA), menggunakan media sosial untuk menemukan romansa.
Mayoritas (76 persen) menegaskan bahwa media sosial telah memberi mereka koneksi penting selama darurat kesehatan global.
Selain itu, hampir seperempat (24 persen) responden di Asia Tenggara mengatakan bahwa mereka telah membentuk kehidupan nyata, pertemanan langsung dengan orang-orang yang awalnya bertemu di media sosial.
Sementara 18 persen lainnya mengakui bahwa mereka berkencan dengan seseorang yang mereka temui di platform ini. Namun, perkembangan pesat dalam upaya menemukan pasangan ini juga disertai dengan risiko emosional hingga finansial.
Penelitian Kaspersky “Mapping a secure path for the future of digital payments in APAC”, mengungkapkan bahwa hampir satu dari dua (45 persen) di Asia Tenggara kehilangan uang karena penipuan percintaan online.
Sebagian besar insiden di sini hanya menelan biaya kurang dari 100 dolar AS (22 persen). Namun, perlu dicatat bahwa usia korban dan kisaran biaya penipuan percintaan tampaknya menunjukkan tumpang tindih.
Dengan kerugian kurang dari 100 dolar AS, dua generasi tertua (Baby Boomer dan Silent Generation) mencatat persentase tertinggi, keduanya sebesar 33 persen.
Kelompok usia paling senior, di sisi lain, mengalami kerugian paling banyak dengan hampir dua di antara lima dari mereka mengaku kehilangan 5.000-10.000 dolar As dari penipuan percintaan online.
Ssebagian kecil (8 persen) dari Gen Z mengatakan, para penjahat dunia maya telah menyebabkan kerugian hingga lebih dari 10.000 dolar AS atas ancaman online terkait percintaan kepada mereka.
“Ketika kita masih muda, kita cenderung lebih ingin tahu dan mungkin sedikit ceroboh. Ketika kita beranjak lebih dewasa, kita memiliki banyak waktu dan kesempatan," kata Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.
Menurutnya, para penipu online dan pelaku kejahatan siber memanfaatkan perasaan kesepian terutama seperti masa lockdown saat ini.
“Kami menghimbau semua orang dari segala usia untuk tetap waspada dan lebih baik dalam membedakan keaslian hubungan yang kita bangun secara online dan offline,” tukasnya dalam keterangan resminya, Kamis (10/2/2022).
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5214 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4559 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2439 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2160 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2152 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan