Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Penyandang Tuna Wicara Tetap Kreatif dengan Usaha Reparasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tasripan, 48 tahun, warga Lingkungan Ketutug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana tidak putus asa dengan kondisi keterbatasannya dilahirkan menyandang tuna wicara.
Justru ia tetap berusaha dengan keterampilan mereparasi tv serta barang elektronik. Tasripan hidup bersama sang istri yang juga tuna wicara dan anaknya yang dianugrahi tumbuh sehat serta normal.
Mara'ah (70) tahun sang ibu Tasripan, menceritakan putranya yang pertama itu sudah 12 tahun melakoni usaha dengan berbagai kisah dan polemik kehidupan. Dulu punya ilmu dari belajar di SLB di sekolah Kaliakah dan hingga mahir mereparasi barang elektronik.
"Sempat diajak kerja sama orang cina bahkan mau diajak ke Kalimantan akan tetapi keluarga melarangnya. Sebagai orang tua yang dikedepankan adalah ilmu dan pendidikan faktor utama," ungkapnya.
Hingga kini, kata dia, anaknya itu bisa menghidupi keluarga. Walau sudah berusia, ia mengaku masih tetap kerja sambil berjualan goreng di Pasar Senggol Terminal untuk menghidupi sendiri di hari tuanya ini. Sedangkan adik-adik Tasripan berdagang.
Hanya Tasripan saja ini, menurutnya, meski menyandang tuna wicara, namun kreatif bisa berusaha.
"Anaknya 3 semua lahir normal yang pertama duduk di kelas 4 SD, yang nomor 2 baru kelas nol besar dan yang kecil masih usia 3 tahun. Bahkan Tasripan walau tuna wicara sedikit paham bila diajak berbicara dan juga menggunakan bahasa isyarat," jelasnya.
Mara'ah juga menuturkan, Tasripan jika sakit tetap mengeluh pada ibunya dan sebagai seorang ibu tetap merawat mereka berdua.
Usaha ini dilakoninya dengan penuh liku-liku kehidupan. Bersyukur ada hal yang bisa dilakoni. Sebagai orang tua, ia tetap mendampingi usahanya agar tidak tertipu.
"Bahkan televisi yang rusak bisa direparasi total hingga dijual. TV dan kipas angin bekas itu dijual dengan harga yang cukup murah dan bersahabat. Tak jarang banyak teman penyandang tuna wicara juga suka berkunjung dan bertukar pikiran dengan bahasa isyarat tentunya," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4558 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2435 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2160 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2149 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan