Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Telkom Cetak Laba Rp17,8 Triliun, Transformasi TLKM 30 Jadi Fokus

Selasa, 12 Mei 2026, 18:16 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Telkom/Telkom Cetak Laba Rp17,8 Triliun, Transformasi TLKM 30 Jadi Fokus.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan capaian kinerja positif di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan industri telekomunikasi. Perusahaan pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih mencapai 12,1 persen.

Selain itu, Telkom juga mencatat normalized net income sebesar Rp22,7 triliun dengan margin 15,4 persen. Sementara pendapatan konsolidasi perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp146,7 triliun.

Kinerja tersebut turut ditopang EBITDA konsolidasi sebesar Rp72,2 triliun dengan EBITDA margin 49,2 persen. Sedangkan normalized EBITDA tercatat Rp73,2 triliun dengan margin 49,9 persen.

Tak hanya dari sisi laba, Telkom juga mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen sepanjang 2025. Angka tersebut terdiri dari capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen.

Transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kinerja positif tersebut. Direktur Utama Dian Siswarini menyebut transformasi Telkom kini diarahkan lebih terstruktur untuk memperkuat daya saing perusahaan di tingkat global.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Empat Pilar Transformasi

Dalam strategi TLKM 30, Telkom fokus pada empat pilar utama. Pilar pertama yakni Operational & Service Excellence untuk memperkuat tata kelola perusahaan, budaya kerja unggul, efisiensi proses hingga peningkatan kualitas layanan pelanggan.

Pilar kedua adalah Streamlining atau penataan portofolio bisnis non inti. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat fokus bisnis utama di sektor telekomunikasi dan digital.

Telkom juga tengah melakukan proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada paruh pertama 2026.

Pilar ketiga yakni Unlock Value melalui penguatan bisnis infrastruktur digital, terutama konektivitas fiber. Strategi ini dilakukan guna meningkatkan utilisasi aset serta memperluas kontribusi Telkom terhadap konektivitas nasional.

Sementara pilar keempat adalah perubahan model operasional dari operating holding menjadi strategic holding. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat fokus bisnis pada empat segmen utama yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT dan International.

Segmen B2C dan Infrastruktur Tetap Tumbuh

Di sektor layanan pelanggan atau B2C, Telkomsel masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp109,2 triliun sepanjang 2025.

Kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital mendorong trafik data tumbuh hingga 15 persen secara tahunan. Average Revenue Per User (ARPU) juga mulai menunjukkan pemulihan sejak paruh kedua 2025.

Pada bisnis infrastruktur digital, TelkomGroup kini memiliki backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer, jaringan menara telekomunikasi di seluruh Indonesia hingga layanan data center dan konektivitas satelit. Pendapatan dari segmen B2B Infrastructure tercatat Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara anak usaha Telkom di bidang menara telekomunikasi, Mitratel, membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin mencapai 82,2 persen. Saat ini Mitratel mengelola lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan menjadi perusahaan menara terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, bisnis Wholesale & International Service Telkom juga mencatat pendapatan Rp10,7 triliun. Hingga kini TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Di tengah kebijakan efisiensi pemerintah yang berdampak pada permintaan solusi korporasi, Telkom tetap optimistis memperkuat layanan berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), cybersecurity hingga layanan digital enterprise.

“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami