Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Hari Kanker Anak Internasional: Kenapa Anak Bisa Mengidap Kanker?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dikenal sebagai salah satu penyakit ganas, kanker tidak hanya berisiko terjadi pada orang dewasa tapi juga anak-anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 400 ribu anak usia 0 hingga 19 tahun didiagnosis kanker setiap tahun.
Untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker di kalangan anak-anak, dan juga mendukung para pasien dan penyintasnya, lembaga Childhood Cancer International (CCI) memperingati 15 Februari sebagai Hari Kanker Anak Internasional setiap tahun.
Tapi, berbeda dengan orang dewasa, kanker di kalangan anak-anak cenderung tidak memiliki banyak penyebab yang diketahui secara umum. Hanya sedikit kanker pada anak yang diketahui disebabkan oleh faktor lingkungan atau gaya hidup.
Kanker anak juga umumnya tidak dapat dicegah atau diidentifikasi melalui skrining. Jadi, upaya pencegahannya harus lebih difokuskan pada perilaku untuk mencegah sel kanker dalam tubuhnya berkembang. Sehingga, kanker juga dicegah akan tidak muncul saat anak telah dewasa.
Dikutip dari News18, infeksi kronis seperti HIV, virus Epstein-Barr, dan malaria, termasuk dalam faktor risiko kanker anak. Infeksi serupa lainnya juga dapat meningkatkan risiko anak terkena kanker saat dewasa.
Penanganan kanker anak dapat diatasi secara efektif dengan diagnosis dini begitu ada gejala, pengobatan yang tepat, dan perawatan intensif bagi pasien.
Angka harapan hidup pada pasien kanker anak di banyak negara maju dapat dipastikan hingga 80 persen. Tetapi, di negara dengan penghasilan lebih rendah, tingkat kelangsungan hidup pasien kanker hanya mencapai 20 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi dengan fasilitas kesesehatan dan kemudahan akses.
Disebutkan bahwa perawatan yang tepat dapat meningkatkan kemungkinan harapan hidup pasien kanker anak.
Meski memang, tidak semua anak pengidap kanker dapat disembuhkan. Tetapi perawatan intensif yang tepat dan berkelanjutan dapat meredakan gejala penyakit dan meningkatkan kualitas hidupnya. (Sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4544 Kali
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4005 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2334 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2150 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2141 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan