Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
5 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Tomat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Yang kita tahu, tomat adalah salah satu makanan dengan nutrisi luar biasa yang banyak dicari orang. Manfaatnya tidak main-main, termasuk mencegah kanker prostat, salah satu jenis kanker yang paling ditakuti kaum lelaki.
Tapi tahukah Anda, ternyata tomat tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak. Sebuah penelitian mengungkap bahwa terlalu banyak makan tomat justru dapat menimbulkan efek samping yang mengejutkan.
Meski tentu saja manfaat tomat lebih besar daripada efek berbahayanya, Anda tak boleh berlebihan dalam mengonsumsinya. Dilansir dari Healthshots, ahli gizi Avni Kaul membuat daftar 5 efek buruk tomat pada kesehatan. Ini dia:
1. Batu ginjal
Beberapa senyawa dalam tomat sulit dipecah oleh cairan pencernaan manusia. Tomat kaya akan kalsium dan oksalat yang sering tidak tercerna dan tidak dikeluarkan dari tubuh. Mineral ini bisa disimpan dan menyebabkan pembentukan batu ginjal.
2. Mulas
Sifat asam tomat dapat menyebabkan mulas dan refluks asam jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak.
“Jika Anda sering menderita asam lambung atau GERD (penyakit refluks gastroesofageal), Anda perlu memperhatikan dosis tomat yang dimakan,” kata Kaul, yang merupakan pendiri Nutri Activania.
3. Nyeri sendi
Konstituen alkaloid tomat yang disebut solanin adalah penyebab rasa sakit dan pembengkakan pada persendian. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan kalsium di jaringan dan membuat sendi jadi meradang. Jika Anda memiliki masalah persendian, Anda harus membatasi makan tomat.
4. Perubahan warna kulit
Sementara ahli diet dan ahli gizi sama-sama memuji manfaat tomat untuk kesehatan, namun ternyata mengonsumsinya terlalu banyak dapat berdampak buruk bagi kulit Anda.
Konsumsi tomat yang berlebihan dapat menyebabkan Lycopenodermia, suatu kondisi yang disebabkan oleh kelebihan likopen dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan tampilan kusam pada kulit. Ingat, Lycopene adalah antioksidan baik yang ada dalam tomat, tetapi jumlahnya harus dibatasi hingga 75 mg per hari.
5. Alergi
Senyawa yang disebut histamin dalam tomat bertanggung jawab atas reaksi alergi. Gejala alergi seperti ruam kulit, batuk, bersin, dan gatal-gatal di tenggorokan bisa langsung terlihat setelah mengonsumsi tomat.
Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi jumlah konsumsi tomat jika Anda mengalami alergi sebelumnya.
Meski memiliki efek samping di atas, Anda tetap bisa memanfaatkan tomat dan memperoleh manfaat baik dari kandungan nutrisi di dalamnya. Caranya adalah dengan memasak tomat sebelum menyantapnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan