Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
KUR BRI Dukung Pengembangan UMKM Produktif, Pembibitan Lele Badung Tembus Berbagai Daerah Bali
beritabali/ist/KUR BRI Dukung Pengembangan UMKM Produktif, Pembibitan Lele Badung Tembus Berbagai Daerah Bali.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan skala usaha. Hal tersebut dirasakan I Nyoman Miasa (35), pelaku usaha pembibitan lele asal Banjar Panglan Kelod, Desa Kapal, Badung, yang berhasil mengembangkan usahanya sejak dirintis pada 2017.
Miasa mengawali usaha dengan modal pribadi sekitar Rp17 juta. Modal tersebut digunakan untuk membangun kolam terpal dan membudidayakan lele jenis Sangkuriang.
Ia memilih fokus pada pembibitan karena masa produksinya lebih singkat dibandingkan pembesaran. Selain itu, permintaan bibit dari para pembudidaya juga relatif stabil.
Pada awal menjalankan usaha, pemasaran bibit lele Miasa masih terbatas di wilayah sekitar. Namun, seiring meningkatnya kualitas produksi dan bertambahnya pelanggan, pemasaran terus meluas.
Kini, bibit lele hasil budidayanya telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Bali, mulai dari Gianyar, Klungkung, Tabanan hingga Singaraja.
Produksi 360 Ribu Bibit Lele
Dalam satu siklus produksi, Miasa mampu menghasilkan sekitar 360 ribu ekor bibit lele. Bibit tersebut dipasarkan ketika berukuran 4 hingga 9 sentimeter untuk kemudian dibesarkan oleh para pembudidaya hingga siap konsumsi.
Besarnya kapasitas produksi membuat kebutuhan modal kerja ikut meningkat. Menurut Miasa, salah satu biaya terbesar dalam usaha pembibitan lele berasal dari pakan.
Pada fase awal, benih yang baru menetas membutuhkan cacing sutra sebagai pakan selama sekitar 15–20 hari sebelum kemudian beralih menggunakan pelet.
Dalam satu siklus produksi, kebutuhan cacing sutra mencapai sekitar Rp88,7 juta. Sementara itu, biaya pembelian pelet mencapai sekitar Rp15,3 juta.
Selain pakan, kualitas air menjadi faktor penting dalam menjaga tingkat kelangsungan hidup benih. Miasa menggunakan air sumur dan melakukan penggantian air kolam secara berkala agar bibit tidak mudah terserang penyakit.
Seiring meningkatnya kapasitas produksi dan permintaan pasar, Miasa membutuhkan tambahan modal untuk menjaga keberlangsungan usahanya.
Ia kemudian memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pembiayaan tersebut awalnya diperoleh dengan plafon Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp100 juta sejalan dengan perkembangan usaha.
Tambahan modal digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, terutama pembelian pakan, pemeliharaan kolam, serta menjaga kelancaran produksi agar permintaan bibit dari pembudidaya di berbagai daerah dapat terpenuhi.
"Kebutuhan modal di usaha pembibitan memang cukup besar, terutama untuk pakan karena itu yang paling banyak menyerap biaya. Dengan adanya KUR BRI, saya lebih terbantu untuk menambah modal kerja sehingga produksi bisa terus berjalan dan permintaan pelanggan tetap bisa kami penuhi. Dari awal pinjam Rp25 juta sampai sekarang plafonnya meningkat menjadi Rp100 juta karena usaha juga terus berkembang," ujar Miasa.
Miasa berharap usaha pembibitan lele yang dijalankannya dapat terus berkembang. Ia ingin meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran bibit lele ke lebih banyak daerah di Bali.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, akses pembiayaan dapat menjadi salah satu pendorong bagi UMKM produktif untuk meningkatkan kapasitas usaha.
"KUR BRI hadir untuk memberikan akses pembiayaan kepada pelaku UMKM yang memiliki usaha produktif dan prospektif. Kami berharap pembiayaan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat modal kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperluas kesempatan usaha sehingga UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan," ujar Hery.
Menurut Hery, sektor perikanan budidaya merupakan salah satu sektor produktif yang memiliki potensi besar. Selain mendukung rantai pasok pangan, sektor tersebut juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.
"BRI akan terus mendorong penyaluran KUR kepada sektor-sektor produktif agar semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan skala usahanya, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," tutup Hery.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun