Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
3 Hal Dipersiapkan Sebelum Memutuskan Hamil Usai Keguguran
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bagi banyak perempuan, keguguran merupakan pengalaman yang tak mudah. Lewat survei yang dilakukan oleh Teman Bumil dan Populix pada 267 ibu yang pernah mengalami keguguran, baru 77 persen dari mereka yang mengaku siap hamil kembali pada enam bulan setelah keguguran.
Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dr. Arie Aldila mengatakan, sebenarnya tidak ada patokan resmi kapan waktu yang tepat untuk hamil kembali setelah mengalami keguguran.
Seorang perempuan bisa hamil lagi kapan saja setelah keguguran asalkan ovulasi sudah kembali. Bahkan, ovulasi rata-rata bisa kembali paling cepat delapan hari setelah keguguran.
"Bahkan pada pasien dengan infertilitas, menunggu enam bulan itu terlalu lama," jelas dr. Arie Aldila dikutip dari siaran pers, Selasa (22/3/2022).
Lalu, apa hal yang mesti dilakukan perempuan yang siap kembali hamil setelah keguguran?
Persiapan penting saat memulai kembali program hamil pasca-keguguran adalah melakukan pemeriksaan lengkap untuk mencari tahu penyebab keguguran terdahulu. Hal ini dilakukan karena penyebab keguguran bukan kelainan kromosom saja.
Diketahui, diabetes dan PCOS seringkali menjadi penyebab keguguran juga. Jika keguguran disebabkan oleh suatu kondisi seperti penyakit kronis, maka perlu diobati atau dikontrol dulu sebelum hamil kembali.
Pasangan juga disarankan untuk mempersiapkan tiga hal dulu sebelum hamil lagi setelah keguguran. "Ketiga hal yang harus dipersiapkan adalah sel telur, sel sperma, dan rahim atau dinding rahim. Semuanya harus dalam kondisi sehat," jelas dr. Arie Aldila.
Untuk sperma, persiapan yang diperlukan adalah selama tiga bulan. Hal ini dikarenakan terdapat waktu tiga bulan antara produksi sperma dan waktu di mana sperma dikeluarkan.
Misalnya, sperma yang dibuat di bulan November baru akan dikeluarkan di bulan Februari. Selain itu, pasangan juga diminta memerhatikan faktor nutrisi dan gaya hidup, misalnya minum vitamin seperti asam folat, menjalankan pola makan teratur, istirahat cukup, dan olahraga teratur.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5695 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2534 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan