Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
RSUD Karangasem Bersiap Naik Status Jadi Rumah Sakit Tipe B
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
RSUD Kabupaten Karangasem terus melakukan pembenahan layanan kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Setelah mengejar akreditasi paripurna tahun 2026, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Karangasem itu kini bersiap naik status menjadi Rumah Sakit Tipe B.
Kabid SDM dan Penjaminan Mutu RSUD Kabupaten Karangasem, I Nyoman Ada mengatakan secara kesiapan, RSUD Karangasem dinilai sudah cukup siap untuk naik kelas. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga pengembangan layanan kesehatan terus dilakukan secara bertahap.
“Secara umum kami sudah cukup siap menuju rumah sakit tipe B. Memang masih ada beberapa regulasi yang belum sepenuhnya mendukung, terutama terkait subspesialis dan dokter konsultan. Namun saat ini kami sudah menyekolahkan dokter untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, jumlah dokter spesialis di RSUD Karangasem saat ini sudah cukup memadai. Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga medis juga terus dilakukan melalui pendidikan lanjutan dan pelatihan sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit.
Dalam upaya memperkuat layanan diagnostik, RSUD Karangasem juga tengah merancang pengadaan alat Magnetic Resonance Elastography (MRE). Kehadiran alat tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan sehingga pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit lain dapat ditangani langsung di Karangasem.
“Harapan kami ke depan, RSUD Karangasem tidak hanya mengurangi rujukan keluar daerah, tetapi juga mampu menerima rujukan dari rumah sakit lain,” tambahnya.
Dari sisi infrastruktur, pembenahan fasilitas terus dilakukan. Rumah sakit juga berencana menambah tenaga kesehatan, memperbarui ruang Hemodialisa (HD), serta memperkuat layanan KJSU yang meliputi penanganan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
Untuk mendukung pengembangan layanan tersebut, sejumlah dokter telah diberangkatkan mengikuti pendidikan dan pelatihan Cath Lab.
Tak hanya fokus pada peningkatan kompetensi tenaga medis, RSUD Karangasem juga memperkuat regulasi internal agar dokter yang telah difasilitasi pendidikan tetap kembali mengabdi di Karangasem.
Salah satu aturan yang diterapkan yakni kewajiban menjalani masa magang selama lima hingga enam bulan sebelum memperoleh rekomendasi penuh.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Komite Medik dan KSM untuk membuat kajian dan regulasi yang lebih kuat. Dulu sempat ada dokter yang setelah disekolahkan tidak kembali ke RSUD. Sekarang dengan regulasi yang ada, dokter wajib kembali dan mengabdi di Karangasem,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di mana dokter yang mendapatkan fasilitasi pendidikan akan dikembalikan ke rumah sakit asal yang memberikan rekomendasi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4613 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan