Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Usaha Arang di Ubud Ditutup Usai Dikeluhkan Warga
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Aktivitas usaha pembuatan arang di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, resmi dihentikan setelah dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan asap dan polusi udara yang mengganggu lingkungan sekitar.
Penghentian usaha tersebut diputuskan dalam mediasi yang digelar di Kantor Desa Peliatan bersama sejumlah instansi terkait, termasuk perwakilan Polres Gianyar, Kejaksaan Negeri Gianyar, Satpol PP Kabupaten Gianyar, Camat Ubud, Tim Penegakan Perda Kabupaten Gianyar, Perbekel Desa Peliatan, perangkat Banjar Ambengan, hingga pemilik usaha arang.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat undangan Satpol PP Kabupaten Gianyar Nomor: 005/2236/Poldam/2026 terkait keluhan masyarakat terhadap dampak asap produksi arang di wilayah tersebut.
Warga menilai asap dari proses produksi arang mengganggu kenyamanan lingkungan, berpotensi mencemari udara, serta berdampak terhadap kawasan perkebunan dan sektor pariwisata di Ubud.
Dalam mediasi itu, aparat dan instansi terkait membahas penegakan Peraturan Daerah (Perda) terhadap usaha yang beroperasi di zona perkebunan. Hasilnya, aktivitas usaha disepakati untuk dihentikan karena lokasi produksi dinilai tidak sesuai dengan peruntukan wilayah.
Pemilik usaha juga telah membuat surat pernyataan penghentian kegiatan produksi arang sebagai bentuk kepatuhan terhadap hasil mediasi dan aturan yang berlaku.
Babinsa Desa Peliatan Pelda I Made Hubuh mengatakan keterlibatan aparat kewilayahan dilakukan untuk memastikan penyelesaian persoalan berjalan kondusif melalui pendekatan musyawarah.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif serta mendukung penyelesaian permasalahan masyarakat secara baik melalui mediasi. Harapannya, keputusan ini dapat menjaga kenyamanan warga sekaligus mendukung keberlangsungan lingkungan dan pariwisata di wilayah Ubud,” ujar Pelda I Made Hubuh.
Ia menambahkan, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga ketertiban dan kualitas lingkungan di kawasan pariwisata.
“Dengan adanya kesepakatan penghentian usaha tersebut, diharapkan potensi gangguan ketertiban masyarakat dan pencemaran udara akibat asap produksi arang dapat diminimalisir sehingga tercipta lingkungan yang lebih kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan,” tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan