Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Intelijen AS Ungkap Abramovich Tidak Diracun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kabar keracunan yang dialami oleh Roman Abramovich, pengusaha asal Rusia sekaligus bos klub sepak bola Chelsea menjadi perbincangan dunia. Terbaru, intelijen Amerika Serikat (AS) turut memberikan komentar atas kejadian ini, dengan merujuk atas data intelijen.
Berdasarkan data intelijen, pejabat Pemerintahan AS mengungkapkan bahwa Abramovich tidak diracun atau keracunan, melainkan mengalami mual yang diakibatkan oleh faktor lingkungan. Walau begitu, tidak diketahui secara detail siapa pejabat AS tersebut.
“Intelijen mengatakan bahwa penyebabnya adalah lingkungan. Jadi, bukan keracunan,” kata pejabat ini seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2022).
Sebelumnya, kabar keracunan yang dialami oleh Abramovich pertama kali diungkap oleh Wall Street Journal. Awalnya, Abramovich sedang menjadi delegasi untuk membahas perdamaian antar Rusia dan Ukraina. Pertemuan itu diadakan di Kyiv.
Setelah menghadiri pertemuan tersebut, Abramovich mengalami hal yang tak biasa, seperti mata merah, robekan terus–menerus, dan kulit tangan serta wajah mengelupas. Hal sama juga dialami oleh anggota parlemen Ukraina yang hadir, yaitu Umerov dan seorang negosiator lainnya.
Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa orang–orang yang mengalami gejala tidak biasa tersebut sebelumnya telah mengonsumsi cokelat dan air putih. Walau begitu, hal ini masih belum dapat dibuktikan secara pasti, karena beberapa delegasi lain juga mengonsumi hal yang sama.
Selain itu, kelompok jurnalisme Investigasi Bellingcat juga mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini. Mereka mengatakan bahwa gejala keracunan tersebut akibat dari senjata kimia atau penggunaan radiasi gelombang mikro.
Namun, pihaknya juga memastikan bahwa dosis dan jenis racun yang digunakan ini tidak sampai mengancam jiwa. Melainkan hanya untuk memberi rasa takut kepada korban. Mereka juga mengaku tidak mengetahui siapa yang mungkin memiliki kepentingan dalam dugaan serangan.
Setelah mendapatkan gejala yang tidak biasa tersebut, saat ini Abramovich telah melanjutkan perannya dalam pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia.
Sebagai informasi, atas kejadian yang dialami oleh Abramovich dan negosiator lainnya, Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan (FCDO) menggambarkan laporan itu sebagai sesuatu yang memprihatinkan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan, pihaknya menyarankan untuk siapapun yang akan bernegosiasi dengan Federasi Rusia untuk tidak makan atau minum apapun.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3788 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1446 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1439 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1387 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1296 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun