Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Intelijen AS Ungkap Abramovich Tidak Diracun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kabar keracunan yang dialami oleh Roman Abramovich, pengusaha asal Rusia sekaligus bos klub sepak bola Chelsea menjadi perbincangan dunia. Terbaru, intelijen Amerika Serikat (AS) turut memberikan komentar atas kejadian ini, dengan merujuk atas data intelijen.
Berdasarkan data intelijen, pejabat Pemerintahan AS mengungkapkan bahwa Abramovich tidak diracun atau keracunan, melainkan mengalami mual yang diakibatkan oleh faktor lingkungan. Walau begitu, tidak diketahui secara detail siapa pejabat AS tersebut.
“Intelijen mengatakan bahwa penyebabnya adalah lingkungan. Jadi, bukan keracunan,” kata pejabat ini seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2022).
Sebelumnya, kabar keracunan yang dialami oleh Abramovich pertama kali diungkap oleh Wall Street Journal. Awalnya, Abramovich sedang menjadi delegasi untuk membahas perdamaian antar Rusia dan Ukraina. Pertemuan itu diadakan di Kyiv.
Setelah menghadiri pertemuan tersebut, Abramovich mengalami hal yang tak biasa, seperti mata merah, robekan terus–menerus, dan kulit tangan serta wajah mengelupas. Hal sama juga dialami oleh anggota parlemen Ukraina yang hadir, yaitu Umerov dan seorang negosiator lainnya.
Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa orang–orang yang mengalami gejala tidak biasa tersebut sebelumnya telah mengonsumsi cokelat dan air putih. Walau begitu, hal ini masih belum dapat dibuktikan secara pasti, karena beberapa delegasi lain juga mengonsumi hal yang sama.
Selain itu, kelompok jurnalisme Investigasi Bellingcat juga mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini. Mereka mengatakan bahwa gejala keracunan tersebut akibat dari senjata kimia atau penggunaan radiasi gelombang mikro.
Namun, pihaknya juga memastikan bahwa dosis dan jenis racun yang digunakan ini tidak sampai mengancam jiwa. Melainkan hanya untuk memberi rasa takut kepada korban. Mereka juga mengaku tidak mengetahui siapa yang mungkin memiliki kepentingan dalam dugaan serangan.
Setelah mendapatkan gejala yang tidak biasa tersebut, saat ini Abramovich telah melanjutkan perannya dalam pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia.
Sebagai informasi, atas kejadian yang dialami oleh Abramovich dan negosiator lainnya, Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan (FCDO) menggambarkan laporan itu sebagai sesuatu yang memprihatinkan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan, pihaknya menyarankan untuk siapapun yang akan bernegosiasi dengan Federasi Rusia untuk tidak makan atau minum apapun.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan