Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 16 Juli 2026
Hama Gayas Dibenci Petani Tapi Diburu untuk Santapan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gayas bagi para petani di wilayah Abang, Karangasem merupakan salah satu hama yang keberadaanya cukup sulit untuk dikendalikan.
Hama Gayas merupakan hama yang kerap menyerang tanaman ladang seperti ketela, ubi dan pepaya. Gayas biasanya menyerang bagian akar tanaman dan menyerap nutrisinya hingga tanaman tersebut layu dan mati mengering.
Saking sulitnya dikendalikan, sejumlah warga kemudian memiliki inisiatif untuk memburu hama Gayas tersebut. Rupanya, disamping merugikan petani, hama gayas ini bisa diolah untuk dimakan.
Bahkan tak sedikit warga yang menyukainya hingga mengolahnya menjadi berbegai jenis masakan.
Nengah Adi Suda Dharma misalnya, warga Desa Abang Kelod, Kecamatan Abang, Karangasem ini mengaku sangat menyukai olahan hama gayas tersebut.
Gayas bisa diolah menjadi beberapa jenis masakan, seperti misalnya Gayas bumbu nyatnyat, gayas bumbu santan hingga urutan gayas dan masih banyak olahan lainnya sesuai dengan selera masing - masing warga.
"Rasanya enak, tergantung cara memasaknya, tapi jangan berlebihan karena bisa bikin masalah pencernaan, kalo saya suka yang bumbu nyat nyat," kata Suda Darma, Kamis (14/4/2022).
Menurutnya, saat musim peralihan cuaca seperti saat ini merupakan waktu dimana gayas mulai naik menyerang tanaman warga. Apalagi sempat turun hujan, itulah waktu yang tepat juga untuk berburu Gayas karena pada saat itu kondisi tanah menjadi gembur dan gayas akan naik ke permukaan tanah.
"Waktu yang pas berburu gayas ketika sempat turun hujan kemudian besoknya cerah, pasti gayas ini naik ke permukaan tanah," ujarnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3701 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1379 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1310 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1252 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1094 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun