Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Kaspersky: Jerman Jadi Negara Terdampak Stalkerware di Eropa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kaspersky telah mengidentifikasi pengguna yang terpengaruh di lebih dari 185 negara dan wilayah. Rusia, Brasil, Amerika Serikat, dan India kembali menjadi empat negara teratas dengan jumlah pengguna unik terbesar yang teridentifikasi.
Jerman adalah satu-satunya negara Eropa dalam 10 negara yang terkena dampak paling besar.
Edisi laporan "State of Stalkerware" ini juga memberikan gambaran umum tentang negara-negara yang paling terpengaruh di tingkat regional.
Statistik Kaspersky untuk Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Eropa Timur (kecuali negara-negara Uni Eropa), Rusia dan Asia Tengah, dan kawasan Asia Pasifik.
Stalkerware – teknologi memungkinkan seseorang memata-matai kehidupan pribadi orang lain menggunakan perangkat pintar – telah mempengaruhi lebih dari 32.000 pengguna seluler.
Bersama dengan teknologi lainnya, stalkerware sering digunakan dalam hubungan yang kasar.
Penelitian telah mengidentifikasi keterkaitan langsung antara kekerasan online dan offline, sehingga menjadikan isu ini semakin penting untuk ditangani secara komprehensif.
Laporan ‘The State of Stalkerware in 2021’ menganalisis penggunaan stalkerware di seluruh dunia, dengan tujuan untuk lebih memahami ancaman yang ditimbulkannya.
Ini memberikan beberapa analisis tentang fenomena stalkerware dan lebih luas lagi tentang penyalahgunaan teknologi, serta tips yang ditujukan untuk organisasi nirlaba dan calon korban.
Kaspersky melihat terjadi penurunan signifikan pada pengguna yang terpengaruh, dibandingkan dengan data Kaspersky sejak 2018, dan penurunan 39 persen pada 2020.
Setidaknya 24 persen orang yang disurvei mengonfirmasi telah mengalami penguntitan menggunakan teknologi.
Sebanyak 25 perse dikonfirmasi pernah mengalami kekerasan atau pelecehan dari pasangannya.
“Teknologi TIK adalah alat yang ampuh bagi pelaku yang menggunakan kontrol paksaan, terutama dalam hubungan di mana kekerasan sudah hadir secara offline” tulis Berta Vall Castelló dan Anna McKenzie dari WWP EN.
Kekerasan dalam rumah tangga telah meningkat secara signifikan selama pandemi, terutama selama masa lockdown.
Selain itu, “Ada tingkat pertumbuhan perangkat pintar termasuk asisten rumah tangga, peralatan yang terhubung, dan sistem keamanan yang terhubung ke jaringan WiFi dan ponsel cerdas– yang digunakan dalam kekerasan pasangan intim.
Sementara stalkerware adalah masalah umum, di luar sana masih ada banyak alat lain yang tersedia untuk penyalahgunaan teknologi,” menurut Toby Shulruff dari proyek Safety Net NNEDV dalam keterangan resminya, Rabu (20/4/2022).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1874 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1368 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan