Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Pengguna Apple Kehilangan Kripto Rp9 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyedia dompet kripto milik ConsenSys, MetaMask telah mengirimkan peringatan kepada komunitas kripto terkait serangan phishing yang terjadi pada sistem Apple iCloud.
Masalah keamanan untuk pengguna iPhone, Mac, dan iPad terkait dengan pengaturan perangkat default yang melihat MetaMask terenkripsi kata sandi yang disimpan di iCloud jika pengguna telah mengaktifkan pencadangan otomatis untuk data aplikasi mereka.
Dalam utas Twitter yang diposting pada Senin, MetaMask mencatat pengguna berisiko kehilangan dana mereka jika kata sandi Apple mereka "tidak cukup kuat" dan penyerang dapat mengelabui kredensial akun mereka.
Untuk memperbaiki masalah ini, MetaMask menyarankan pengguna menonaktifkan pencadangan iCloud otomatis untuk MetaMask.
“Peringatan dari MetaMask datang sebagai tanggapan atas laporan dari seorang kolektor NFT yang menggunakan nama "revive_dom" di Twitter, yang menyatakan pada Jumat seluruh dompet mereka yang berisi aset digital senilai USD 650.000 (setara Rp 9,3 miliar) dan NFT-nya dihapus karena masalah keamanan khusus ini,” tulis MetaMask, dikutip dari Cointelegraph, Kamis (21/4/2022).
Setelah MetaMask memposting peringatan tersebut, “revive_dom” mengungkapkan rasa frustasinya kepada perusahaan melalui cuitan twitter.
“Saya tidak mengatakan mereka tidak boleh melakukannya tetapi mereka harus memberi tahu kami. Jangan beri tahu kami untuk tidak pernah menyimpan data MetaMask kami secara digital dan kemudian melakukannya di belakang kami,” tulis revive_dom.
"Jika 90 persen orang tahu ini, saya berani bertaruh tidak ada dari mereka yang akan mengaktifkan aplikasi atau iCloud,” lanjut dia.
Sementara sebagian besar tanggapan komunitas mendukung kekesalan revive_dom, yang lain dengan cepat menekankan pentingnya menggunakan penyimpanan yang aman untuk dompet kripto.
Dalam utas terpisah, pendiri proyek DAPE NFT "Serpent" juga membantu menarik perhatian MetaMask dengan cara berbagi cerita dengan 277.000 pengikut mereka. DAPE menjelaskan kronologi yang terjadi pada korban.
Mereka mencatat korban menerima beberapa pesan teks yang meminta untuk mengatur ulang kata sandi ID Apple-nya bersama dengan panggilan yang seharusnya dari Apple yang pada akhirnya merupakan ID penelepon palsu.
Karena korban dilaporkan tidak menaruh curiga terhadap penelepon, akhirnya “revive_dom” menyerahkan kode verifikasi enam digit untuk membuktikan mereka adalah pemilik akun Apple. Para scammer kemudian menutup telepon dan mengakses akun MetaMask-nya melalui data yang disimpan di iCloud. (Sumber: Liputan6.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2012 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1867 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1549 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1362 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan