Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




6 Tips Mudik Lebaran Aman Bagi Pasien Diabetes

Jumat, 22 April 2022, 13:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/6 Tips Mudik Lebaran Aman Bagi Pasien Diabetes

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Penyakit diabetes adalah kondisi kadar gula darah tinggi akibat tubuh yang tidak mampu memproses gula atau tidak memiliki hormon insulin yang cukup. Orang dengan kondisi ini harus sangat dipantau, terlebih jika mereka memutuskan pergi mudik lebaran 2022.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital BSD, dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH mengatakan, diabetes tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikontrol dengan pemeriksaan berkala dan menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat.

"Bagi individu di bawah 40 tahun, tidak ada rekomendasi khusus untuk melakukan screening, tetapi jika ingin melakukan pemeriksaan gula darah baiknya adalah setelah berpuasa, sehingga dapat diketahui jika terjadi pre-diabetes," ujar dr. Rudy.

Berikut ini tips mudik lebaran untuk pasien diabetes yang perlu diperhatikan:

1. Pastikan Tidak Ada Kondisi Akut

Kondisi akut yang dimaksud adalah kondisi yang baru terjadi yang sifatnya mendadak dan perlu penanganan yang cepat, misalnya infeksi berat seperti radang paru-paru dan gula darah yang terlalu tinggi yang menyebabkan pasien sehari-hari masih harus dirawat dan kontrol rutin ke dokter.

2. Makan, Minum, dan Obat-obatan dalam Perjalanan

Jenis makanan dan minuman, serta waktu makan dan minum obat harus tetap terkontrol selama perjalanan, sesampainya di tujuan, maupun selama masa liburan.

Makanan tidak boleh yang terlalu manis, terlalu asin, terlalu berlemak, berminyak, dan porsi yang terlalu banyak.

3. Periksa Sebelum Pergi

Sebelum melakukan perjalanan, terutama perjalanan jauh, baiknya periksakan diri terlebih dahulu ke dokter apakah gula darah sudah terkontrol dengan baik atau belum, ada komplikasi atau tidak.

Tujuannya adalah jangan sampai terjadi komplikasi ketika di perjalanan atau ketika sudah sampai di tujuan. Contohnya, jika pasien diabetes dengan penggunaan insulin melakukan perjalanan jauh atau travelling pasti akan terjadi perubahan pola makan, jenis makanan, dan waktu makan.

Hal ini akan memengaruhi kinerja insulin sehingga harus dilakukan pengaturan kembali terhadap dosis insulin tersebut.

4. Jangan Terlalu Lama Duduk

Perjalanan jauh baik melalui jalur darat seperti mobil dan kereta, maupun menggunakan pesawat (long flight) akan meningkatkan risiko terjadinya kaki bengkak pada penderita diabetes. Kondisi ini diakibatkan oleh pembuluh darah primer di kaki tidak bisa memompa darah kembali ke atas.

Tipsnya, jika diabetesi melakukan perjalanan jauh dengan mobil maka bisa sesekali berhenti di rest area untuk turun dan berjalan-jalan sebentar atau sering menggerak-gerakan kaki ketika di mobil, jika menggunakan kereta atau pesawat bisa berdiri setiap satu jam sekali atau ke toilet.

5. Sempatkan Olahraga dalam Perjalanan

Faktanya, saat travelling terjadi penurunan aktivitas olahraga sebesar 54 persen. Padahal olahraga juga penting untuk menjaga gula darah tetap stabil dan bonusnya badan juga akan jadi lebih bugar.

WHO merekomendasikan frekuensi olahraga 5 kali per minggu dengan durasi minimal 30 menit.

6. Kontrol Setelah Bepergian

Setelah melakukan perjalanan panjang, diabetesi baiknya kembali ke dokter untuk kontrol gula darah selambat-lambatnya 7 hingga 10 hari setelah pulang berlibur.

Hal ini dikarenakan, selama perjalanan tentu aktivitas berubah, pola makan, dan waktu makan juga akan berubah atau bahkan bertambah, sehingga ada risiko gula darah akan bertambah dengan cepat.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami