Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Cobalah Kombinasikan Vitamin D dan Vitamin K, Ini Manfaatnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang bisa ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak, produk susu, dan telur. Vitamin D ini juga bisa diperoleh dari paparan sinar matahari ke kulit. Vitamin D ini sangat memainkan peran utama dalam mengatur metabolisme kalsium dengan meningkatkan penyerapan kalsium usus.
Karena itulah, vitamin D ini direkomendasikan untuk mencegah patah tulang. Ketika jumlah kalsium yang cukup tidak ada dalam tubuh, vitamin D menyerap cadangan dari tulang yang menyebabkan pengeroposan tulang dan osteoporosis.
Tingginya vitamin D dalam tubuh menyebabkan pengapuran pembuluh darah yang dapat memperburuk kesehatan jantung dan menyebabkan penyakit jantung. Kelemahan utama mengonsumsi suplemen vitamin tanpa anjuran dokter adalah orang tidak tahu kapan harus berhenti.
Hal ini menyebabkan akumulasi berlebihan vitamin di dalam tubuh yang kemudian berfungsi secara terbalik. Deposisi berlebihan vitamin D atau keracunan vitamin D menyebabkan hiperkalsemia. hiperkalsemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar kalsium yang terlalu tinggi dalam darah.
Kalsifikasi pembuluh darah adalah salah satu kondisi utama yang mendasari penyakit jantung. Jumlah vitamin D yang direkomendasikan setiap hari adalah 10-20 mikrogram.
Banyak penelitian telah merekomendasikan bahwa suplemen vitamin D harus diambil bersama dengan vitamin K. Sementara vitamin D memastikan keberadaan kalsium dalam darah, vitamin K memastikan keberadaan kalsium dalam tulang sehingga mengurangi pengendapan di pembuluh darah.
Banyak ahli kesehatan mengaitkan kadar vitamin K yang rendah dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Vitamin K adalah vitamin lain yang larut dalam lemak, yang ada dalam dua bentuk vitamin K, yakni vitamin K1 dan vitamin K2.
Vitamin K membantu dalam karboksilasi. Ketika konsentrasi vitamin K yang beredar tidak mencukupi, proporsi yang lebih besar dari protein matriks Gla dan osteokalsin tetap tidak terkarboksilasi.
Hal ini berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular, BMD yang lebih rendah, dan osteoporosis.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4300 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1999 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1847 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1534 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1329 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan