Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Cobalah Kombinasikan Vitamin D dan Vitamin K, Ini Manfaatnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang bisa ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak, produk susu, dan telur. Vitamin D ini juga bisa diperoleh dari paparan sinar matahari ke kulit. Vitamin D ini sangat memainkan peran utama dalam mengatur metabolisme kalsium dengan meningkatkan penyerapan kalsium usus.
Karena itulah, vitamin D ini direkomendasikan untuk mencegah patah tulang. Ketika jumlah kalsium yang cukup tidak ada dalam tubuh, vitamin D menyerap cadangan dari tulang yang menyebabkan pengeroposan tulang dan osteoporosis.
Tingginya vitamin D dalam tubuh menyebabkan pengapuran pembuluh darah yang dapat memperburuk kesehatan jantung dan menyebabkan penyakit jantung. Kelemahan utama mengonsumsi suplemen vitamin tanpa anjuran dokter adalah orang tidak tahu kapan harus berhenti.
Hal ini menyebabkan akumulasi berlebihan vitamin di dalam tubuh yang kemudian berfungsi secara terbalik. Deposisi berlebihan vitamin D atau keracunan vitamin D menyebabkan hiperkalsemia. hiperkalsemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar kalsium yang terlalu tinggi dalam darah.
Kalsifikasi pembuluh darah adalah salah satu kondisi utama yang mendasari penyakit jantung. Jumlah vitamin D yang direkomendasikan setiap hari adalah 10-20 mikrogram.
Banyak penelitian telah merekomendasikan bahwa suplemen vitamin D harus diambil bersama dengan vitamin K. Sementara vitamin D memastikan keberadaan kalsium dalam darah, vitamin K memastikan keberadaan kalsium dalam tulang sehingga mengurangi pengendapan di pembuluh darah.
Banyak ahli kesehatan mengaitkan kadar vitamin K yang rendah dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Vitamin K adalah vitamin lain yang larut dalam lemak, yang ada dalam dua bentuk vitamin K, yakni vitamin K1 dan vitamin K2.
Vitamin K membantu dalam karboksilasi. Ketika konsentrasi vitamin K yang beredar tidak mencukupi, proporsi yang lebih besar dari protein matriks Gla dan osteokalsin tetap tidak terkarboksilasi.
Hal ini berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular, BMD yang lebih rendah, dan osteoporosis.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3674 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1348 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 960 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun