Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Cyberwar Ukraina Jadi Serangan DDoS Tertinggi Sepanjang Masa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dibandingkan dengan kuartal pertama 2021, jumlah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada periode Januari-Maret 2022 naik 4,5 kali lipat.
Jumlah serangan kemungkinan merupakan hasil dari aktivitas hacktivist. Serangan tersebut juga menunjukkan durasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk sesi DDoS, terutama yang ditujukan pada sumber daya negara dan bank.
Informasi lebih lanjut telah dimasukkan dalam laporan yang diterbitkan oleh Kaspersky.
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dirancang untuk mengganggu sumber daya jaringan yang digunakan oleh bisnis dan organisasi dan mencegahnya berfungsi dengan baik.
Mereka menjadi lebih berbahaya jika sistem yang dikompromikan berada di sektor pemerintahan atau keuangan, karena apabila layanan ini tidak tersedia, akan memiliki dampak lanjutan terhadap populasi yang lebih luas.
Kuartal pertama 2022 menunjukkan peningkatan serangan mendadak pada akhir Februari sebagai akibat dari krisis di Ukraina.
Dibandingkan dengan telemetri pada kuartal empat (Q4) 2021, yang telah dianggap sebagai jumlah serangan DDoS tertinggi sepanjang masa yang terdeteksi oleh solusi Kaspersky, Q1 2022 melihat jumlah total DDoS meningkat 46 persen.
Angka ini tumbuh 4,5 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.
Jumlah serangan “pintar” atau canggih dan bertarget juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 81 persen dibandingkan rekor sebelumnya dari Q4 2021.
Serangan tersebut tidak hanya dilakukan dalam skala besar tetapi juga inovatif.
Contohnya termasuk situs yang meniru permainan puzzle 2048 yang populer untuk membuat gamify serangan DDoS di situs web Rusia, dan panggilan pembentukan pasukan sukarelawan TI untuk memfasilitasi serangan siber.
Investigasi lebih lanjut yang dilakukan Kaspersky mengungkapkan bahwa rata-rata sesi DDoS berlangsung 80 kali lebih lama dibandingkan pada Q1 2021. Serangan terlama terdeteksi pada 29 Maret dengan durasi yang sangat lama yaitu 177 jam.
“Pada kuartal pertama 2022 kami menyaksikan jumlah serangan DDoS yang tinggi sepanjang masa," kata Alexander Gutnikov, pakar keamanan di Kaspersky dalam keterangan resminya, Jumat (29/4/2022).
Tren kenaikan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh situasi geopolitik.
Hal tidak biasa adalah durasi serangan DDoS yang berlangsung lama, dan ini biasanya dilakukan untuk memperoleh keuntungan secara waktu nyata.
"Beberapa serangan yang kami amati berlangsung selama berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu, menunjukkan bahwa serangan tersebut mungkin dilakukan oleh aktivis siber yang bermotif ideologis," jelasnya.
Banyak organisasi yang belum siap untuk memerangi ancaman semacam itu.
"Semua faktor ini telah membuat kami lebih sadar akan seberapa luas dan berbahayanya serangan DDoS. Mereka juga mengingatkan kita bahwa organisasi perlu bersiap menghadapi serangan semacam itu,” tukas dia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4253 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1981 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1816 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1515 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1280 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan