Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Intelijen AS Disebut Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Intelijen Amerika Serikat disebut telah membantu pasukan Ukraina dalam menargetkan sejumlah jenderal Rusia sejak invasi berlangsung di negara eks Uni Soviet itu. Sederet pejabat senior AS mengatakan banyak dari belasan jenderal Rusia yang dibunuh, menjadi target dengan bantuan intelijen Washington.
Menurut laporan New York Times, bantuan langsung dari AS dan badan intelijen Barat lain adalah faktor utama keberhasilan pasukan Ukraina melawan pasukan Moskow.
Berdasarkan laporan tersebut, AS menyediakan rincian pergerakan militer Rusia yang sering berpindah lokasi. Pasukan Ukraina menggunakan informasi itu untuk menyerang perwira senior Moskow.
Sementara itu, Ukraina pada Maret 2022 mengklaim Rusia kehilangan tujuh jenderal peralatan dan personel militer.
Dalam bulan yang sama, pejabat dari negara Barat menyebut pasukan Rusia punya masalah moral. Hal itu yang kemudian membuat sang jenderal maju ke baris depan hingga beberapa dari mereka tewas.
Negara Barat juga menggarisbawahi masalah potensi komunikasi dan logistik militer Rusia di Ukraina yang disebut menipis. Namun, secara garis besar, pemerintahan Biden masih merahasiakan soal bantuan intelijen untuk menargetkan jenderal Rusia.
Mereka khawatir hal itu bisa membahayakan agen dan dianggap sebagai tanda permusuhan oleh Rusia.
Bantahan Dewan Keamanan AS
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional (NSC) Amerika Serikat Adrienne Watson menegaskan isu keterlibatan AS dalam menargetkan jenderal Rusia adalah pernyataan tak bertanggung jawab.
"Amerika Serikat menyediakan intelijen medan perang untuk membantu Ukraina mempertahankan negara mereka," kata Watson, kepada AFP pada Kamis (5/5).
Ia kemudian melanjutkan, "Kami tak menyediakan intelijen dengan maksud untuk membunuh jenderal Rusia."
Selama konflik Rusia-Ukraina berlangsung, Pentagon kerap mengirim senjata dan peralatan militer ke Ukraina. Senjata itu di antaranya, artileri, helikopter dan drone penyerang.
Padahal, sebelum perang berkobar, AS sangat hati-hati mencatat semua alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dipaketkan ke negara Eropa timur itu. AS juga mengaku melatih pasukan Ukraina untuk mengoperasikan senjata yang mereka kirim.
Pentagon sejauh ini tak memberikan komentar langsung soal laporan New York Times.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4182 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1957 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1782 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1491 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1102 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan