Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Intelijen AS Disebut Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Intelijen Amerika Serikat disebut telah membantu pasukan Ukraina dalam menargetkan sejumlah jenderal Rusia sejak invasi berlangsung di negara eks Uni Soviet itu. Sederet pejabat senior AS mengatakan banyak dari belasan jenderal Rusia yang dibunuh, menjadi target dengan bantuan intelijen Washington.
Menurut laporan New York Times, bantuan langsung dari AS dan badan intelijen Barat lain adalah faktor utama keberhasilan pasukan Ukraina melawan pasukan Moskow.
Berdasarkan laporan tersebut, AS menyediakan rincian pergerakan militer Rusia yang sering berpindah lokasi. Pasukan Ukraina menggunakan informasi itu untuk menyerang perwira senior Moskow.
Sementara itu, Ukraina pada Maret 2022 mengklaim Rusia kehilangan tujuh jenderal peralatan dan personel militer.
Dalam bulan yang sama, pejabat dari negara Barat menyebut pasukan Rusia punya masalah moral. Hal itu yang kemudian membuat sang jenderal maju ke baris depan hingga beberapa dari mereka tewas.
Negara Barat juga menggarisbawahi masalah potensi komunikasi dan logistik militer Rusia di Ukraina yang disebut menipis. Namun, secara garis besar, pemerintahan Biden masih merahasiakan soal bantuan intelijen untuk menargetkan jenderal Rusia.
Mereka khawatir hal itu bisa membahayakan agen dan dianggap sebagai tanda permusuhan oleh Rusia.
Bantahan Dewan Keamanan AS
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional (NSC) Amerika Serikat Adrienne Watson menegaskan isu keterlibatan AS dalam menargetkan jenderal Rusia adalah pernyataan tak bertanggung jawab.
"Amerika Serikat menyediakan intelijen medan perang untuk membantu Ukraina mempertahankan negara mereka," kata Watson, kepada AFP pada Kamis (5/5).
Ia kemudian melanjutkan, "Kami tak menyediakan intelijen dengan maksud untuk membunuh jenderal Rusia."
Selama konflik Rusia-Ukraina berlangsung, Pentagon kerap mengirim senjata dan peralatan militer ke Ukraina. Senjata itu di antaranya, artileri, helikopter dan drone penyerang.
Padahal, sebelum perang berkobar, AS sangat hati-hati mencatat semua alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dipaketkan ke negara Eropa timur itu. AS juga mengaku melatih pasukan Ukraina untuk mengoperasikan senjata yang mereka kirim.
Pentagon sejauh ini tak memberikan komentar langsung soal laporan New York Times.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1896 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1723 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1280 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1149 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah