Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




24 Atlet dari Berbagai Negara Ikuti Final Red Bull Cliff Diving 2026 di Nusa Penida

Kamis, 21 Mei 2026, 10:26 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Red Bull/24 Atlet dari Berbagai Negara Ikuti Final Red Bull Cliff Diving 2026 di Nusa Penida.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Broken Beach di Nusa Penida, Bali, siap menjadi lokasi final ajang ekstrem dunia Red Bull Cliff Diving World Series 2026 pada Sabtu (23/5/2026). Sebanyak 24 atlet dari berbagai negara akan menampilkan aksi akrobatik dengan melompat dari tebing setinggi 27 meter untuk kategori pria dan 21 meter untuk kategori wanita ke perairan Samudera Hindia.

Ajang internasional yang pertama kali hadir di Indonesia ini memadukan olahraga ekstrem dengan budaya khas Bali sebagai bagian dari pengalaman para atlet dan penonton.

Sehari setelah tiba di Bali pada Senin (18/5/2026), para atlet dari 14 negara diperkenalkan dengan budaya lokal melalui permainan tradisional lomba memasukkan pensil ke dalam botol untuk menentukan giliran loncat.

Atlet asal Prancis Gary Hunt untuk kategori pria dan atlet Belanda Ginni van Katwijk untuk kategori wanita mendapatkan giliran pertama dalam kompetisi tersebut.

“Ketika mendengar Bali diumumkan sebagai lokasi Red Bull Cliff Diving World Diving, saya langsung sangat antusias. Saya sebenarnya pernah berlibur ke Bali sebelumnya, tetapi sangat disayangkan saat itu sedang dalam masa pemulihan cedera, jadi belum sempat merasakan langsung bagaimana lokasi unik di Bali untuk cliff diving,” ujar atlet asal Britania Raya, Aidan Heslop.

Selain permainan tradisional, para atlet juga diajak mengenal budaya Bali melalui kegiatan merangkai canang sari, membatik, hingga mencicipi jajanan pasar tradisional.

Nuansa budaya Bali akan terus hadir selama rangkaian acara di Broken Beach pada 22–23 Mei 2026. Kompetisi akan diiringi musik rindik, prosesi melukat bersama pemangku setempat, serta pertunjukan tari barong dengan iringan baleganjur.

“Kami mendengar Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang seru. Ini pertama kalinya saya mencoba permainan seperti ini, dan ternyata sangat menyenangkan. Saya memang suka permainan-permainan yang unik, jadi kami benar-benar menikmati pengalaman ini,” ungkap atlet asal Australia, Xantheia Pennisi.

Tak hanya menghadirkan olahraga kelas dunia, Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026 juga melibatkan seniman lokal Bali. Penyair asal Denpasar, Ketut Yuliarsa, dipercaya merancang narasi filosofis yang mengangkat hubungan harmonis manusia, alam, dan spiritualitas Bali.

Sementara seniman asal Tabanan, Kuncir Sathya Viku, menerjemahkan filosofi tersebut ke dalam visual platform kompetisi dengan mengusung konsep “Tri Loka” yang merepresentasikan harmoni bumi, laut, dan langit.

"Tri Loka merupakan filosofi masyarakat Bali tentang harmoni tiga unsur alam semesta yang diwakili oleh kisah Bedawang Nala (bumi), Garuda Wisnu (gunung dan langit), dan Naga (laut). Tiga unsur ini juga mencerminkan spirit Red Bull Cliff Diving, di mana para atlet mengambil pijakan kokoh dari atas tebing, membelah udara secara akrobatik, sebelum akhirnya menyatu dengan kedalaman laut. Dalam hitungan detik, tubuh mereka menjadi penghubung ketiga unsur tersebut," kata Ketut Yuliarsa.

Dalam konferensi pers bertajuk “Red Bull Cliff Diving 2026: Alam, Budaya, dan Aksi Taraf Dunia dalam Satu Lokasi” pada Rabu (20/5/2026), Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral) Laksamana Pertama TNI Albertus Agung Priyo Suseno mengatakan TNI AL memberikan dukungan penuh untuk pengamanan dan keselamatan ajang internasional tersebut.

“Kerja sama antara Red Bull dan TNI AL mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung promosi pariwisata bahari Indonesia, sekaligus memastikan aspek keselamatan, pengamanan wilayah perairan, serta kelancaran operasional selama kegiatan berlangsung. TNI AL akan memberikan dukungan penuh melalui pengamanan laut, pengawasan area kompetisi, serta koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Laksamana Pertama TNI Albertus Agung Priyo Suseno.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, menyebut ajang ini menjadi simbol pengembangan sport tourism Bali yang berbasis budaya lokal dan pemerataan destinasi wisata di luar Bali Selatan.

“Pemerintah Provinsi Bali mendukung penyelenggaraan ajang berskala internasional seperti Red Bull Cliff Diving World Series di Bali. Sports tourism menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata kami untuk menghadirkan pariwisata yang lebih berkualitas, konsep ini terus didorong pemerintah untuk menyebarkan daya tarik wisata agar tidak terpusat di Bali Selatan," kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata di Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, S.St.Par., M.M..

"Kami mengikuti tren wisata dunia dengan sports tourism-nya, namun tetap berbasis kearifan lokal budaya Bali. Keunikan geografis Pulau Bali juga menyimpan potensi sports tourism yang sangat menjanjikan di luar kawasan Bali Selatan yang selama ini lebih dikenal wisatawan. Penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving di Nusa Penida menjadi simbol bagaimana Bali terus berkembang dengan menghadirkan atraksi menarik dan pengalaman baru bertaraf internasional,” imbuhnya.

Setelah seri pembuka di Bali, Red Bull Cliff Diving World Series 2026 akan berlanjut ke Amerika Serikat pada 5–6 Juni, Denmark pada 27 Juni, Bosnia & Herzegovina pada 31 Juli–1 Agustus, Italia pada 25–27 September, dan Oman pada 12–14 November.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami