Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Dikenal Setia dan Polos, Amrozik Mati Ditembak Orang Tak Dikenal
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Suara gonggongan Amrozik seekor anjing jantan berbulu hitam yang dikenal setia dan polos oleh pemiliknya kini tak lagi terdengar.
Peranakan anjing Kitamani berusia sekitar 5 tahun milik Made Mantra warga Lingkungan Juwuk Manis, Karangasem tersebut mati setelah ditembak oleh orang tak dikenal pada Jumat pagi, (6/5/2022) sekitar pukul 2.30 WITA.
"Teman saya ada yang kebetulan mengetahui kejadiannya dan langsung menghubungi saya. Waktu itu katanya pas dia mau kencing mendengar suara gonggongan anjing dari luar rumah, setelah dilihat ternyata anjing saya ada yang nembak, karena sempat dilihat ada seseorang yang membawa bedil mengendarai sepeda motor langsung kabur," ujar Made Mantra.
Menurutnya, selama ini Anjing peliharaannya tersebut tidak pernah membuat masalah, karena memang karakter dan sifat anjing tersebut sangat polos dan bersahabat. Bahkan karena terlalu jinak sering kali dipegang oleh orang yang melihatnya saat berada di luar rumah.
Atas kejadian tersebut, Mantra mengaku sudah mengikhlaskan kematian anjing kesayangannya. Namun, ia berharap agar kedepannya kejadian yang sama tidak terulang kembali di wilayahnya ataupun di wilayah yang lain.
"Penembakan Anjing disini baru pertama kali terjadi, harapan saya kejadian ini tidak terulang lagi di daerah manapun," harap Made Mantra.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3653 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1323 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1221 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1063 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun