Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Rusia: Tentara Bayaran Israel Tempur Bersama Batalion Neo Nazi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia mengklaim tentara bayaran asal Israel bertempur bersama batalion neo Nazi Azov di Ukraina. Tudingan itu dilontarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
"Tentara bayaran Israel praktis bahu-membahu dengan militan Azov di Ukraina," kata Zakharova kepada radio Sputnik.
Zakharova menambahkan bahwa dia akan mengatakan sesuatu yang tidak akan disukai oleh para politisi di Israel, yang "melebih-lebihkan" kampanye misinformasi melawan Rusia.
"Mereka akan segera tertarik," katanya.
Menurut laporan media, sejumlah nama-nama tentara bayaran yang bertempur di Ukraina termasuk orang-orang dari 45 negara. Kantor berita Safa mengatakan bahwa sumber media Rusia mencatat bahwa yang paling menonjol adalah dari AS, Inggris, Prancis, dan Israel.
Salah satu nama, kata sumber itu, adalah mantan duta besar Israel untuk Belarusia. Tudingan ini muncul ditengah-tengah kemarahan Israel atas pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang menyebut pemimpin Nazi, Adolf Hitler, kemungkinan keturunan Yahudi.
“Saya bisa saja salah, tetapi Hitler juga memiliki darah Yahudi di dalam dirinya. Ini sama sekali tidak berarti apa-apa. Orang-orang Yahudi yang bijaksana mengatakan bahwa anti-Semit yang paling bersemangat biasanya adalah orang-orang Yahudi. Setiap keluarga memiliki kambing hitam, seperti yang sering kami katakan,” kata Lavrov dalam wawancara dengan program berita televisi Italia “Zona Bianca” pada 1 Mei 2022.
Buntut pernyataan itu, Israel memanggil Duta Besar Rusia dan menuntut Moskow untuk meminta maaf.
“Pernyataan Menteri Luar Negeri Lavrov adalah pernyataan yang tidak dapat dimaafkan dan keterlaluan serta kesalahan sejarah yang mengerikan,” kata Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid di Twitter.
“Orang-orang Yahudi tidak membunuh diri mereka sendiri dalam Holocaust. Tingkat rasisme terendah terhadap orang Yahudi adalah menuduh orang Yahudi sendiri sebagai antisemitisme,” sambungnya.
Lapid mengatakan Israel mengharapkan permintaan maaf, dan Duta Besar Rusia dipanggil "untuk pembicaraan yang sulit."(sumber: sindonews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4181 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1957 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1782 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1491 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1101 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan