Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Negara Tidak Memihak Rusia dan Ukraina, RI Hingga Malaysia

Senin, 9 Mei 2022, 15:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/4 Negara Tidak Memihak Rusia dan Ukraina, RI Hingga Malaysia

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Dunia terbelah ketika Rusia menginvasi Ukraina. Namun, sejumlah negara lainnya memilih untuk tak memihak Rusia maupun Ukraina, mulai dari Indonesia hingga Afrika Selatan.

Segelintir negara itu pun kerap menjadi sorotan karena berbeda sikap. Kala dunia terbelah menjadi dua kubu, yaitu membela Ukraina maupun Rusia, mereka malah menyatakan tak mendukung pihak mana pun.

Mayoritas negara netral tersebut berada di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di kawasan lain, Afrika Selatan juga menegaskan sikap netral mereka.

1. Indonesia

Indonesia termasuk salah satu negara yang netral dalam konflik ini. Sejak awal Rusia memulai invasi, Presiden Joko Widodo terus menyerukan penghentian perang, tanpa menyebut Rusia maupun Ukraina.

Meski demikian, Indonesia sempat menjadi sorotan karena menyatakan bakal tetap mengundang Rusia ke rangkaian acara G20. Sebagai pemegang presidensi tahun ini, Indonesia menegaskan bahwa Rusia berhak hadir dalam rangkaian acara blok tersebut.

Keputusan Indonesia ini menuai kritik berbagai pihak yang membela Ukraina, termasuk Amerika Serikat. Presiden Joe Biden pun menyatakan, jika Indonesia ingin Rusia hadir, maka Ukraina juga harus diundang.

Jokowi lantas menghubungi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Dalam perbincangan itu, Jokowi mengundang Zelensky ke KTT G20. Setelah itu, Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, menegaskan bahwa Indonesia tak berpihak secara politik ke negara mana pun.

"Indonesia dihadapkan pada situasi yang sulit untuk mendukung Ukraina dan memberikan sanksi kepada Rusia, karena sebagai Presidensi G20, Indonesia harus merangkul semua negara anggota secara adil. Indonesia tidak memihak siapa pun dalam konflik ini," katanya.

2. Thailand

Tak hanya Indonesia, sejumlah negara ASEAN lain juga menegaskan netralitasnya dalam menanggapi konflik antara Rusia dan Ukraina, salah satunya Thailand. Thailand menegaskan kembali sikap netral ini melalui pernyataan juru bicara pemerintahan mereka, Thanakorn Wangboonkongchana, pada pertengahan Maret lalu.

Sebagaimana dilansir Bangkok Post, Thanakorn mengatakan bahwa sejak konflik mulai berkobar, Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Thailand, Prayut Chan-o-cha selalu menyerukan satu hal yang sama.

Seruan itu berisi dukungan terhadap dialog antara Rusia dan Ukraina demi mencari jalan keluar yang damai sesuai dengan prinsip-prinsip di Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

3. Malaysia

Mengikuti jejak Thailand dan Indonesia, Malaysia juga akhirnya menegaskan sikap netral mereka terkait peperangan antara Rusia dan Ukraina. Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, menegaskan bahwa mereka tak akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Mereka hanya akan menunggu keputusan final dari PBB.

"Ini selalu menjadi prinsip Malaysia. Jika ada sanksi, harus melalui PBB. Jika resolusinya disahkan oleh PBB, maka sebagai anggota PBB, kami harus menghormati dan mematuhinya," kata Saifuddin, seperti dikutip Malay Mail, Minggu (8/5).

4. Afrika Selatan

Dari kawasan lain, Afrika Selatan juga sempat menjadi sorotan karena memilih abstain dalam pemungutan suara di PBB untuk mengecam invasi Rusia di Ukraina pada Maret lalu.

Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, kemudian menegaskan bahwa negaranya memang memilih bersikap netral. Menurutnya, dengan sikap tersebut, Afsel dapat berpotensi menjadi penengah dalam konflik Rusia dan Ukraina.

"Netralitas memang berisiko dan untungnya, kami tidak sendiri. Ada banyak negara lain yang memilih jalur yang sama," ucap Ramaphosa, seperti dilansir Bloomberg.

Ramaphisa menegaskan, Afsel ingin perang kedua negara itu berakhir. Namun, Afsel menolak resolusi PBB itu karena "tidak dapat menjadi landasan hubungan yang berarti."(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami