Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
4 Negara Tidak Memihak Rusia dan Ukraina, RI Hingga Malaysia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dunia terbelah ketika Rusia menginvasi Ukraina. Namun, sejumlah negara lainnya memilih untuk tak memihak Rusia maupun Ukraina, mulai dari Indonesia hingga Afrika Selatan.
Segelintir negara itu pun kerap menjadi sorotan karena berbeda sikap. Kala dunia terbelah menjadi dua kubu, yaitu membela Ukraina maupun Rusia, mereka malah menyatakan tak mendukung pihak mana pun.
Mayoritas negara netral tersebut berada di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di kawasan lain, Afrika Selatan juga menegaskan sikap netral mereka.
1. Indonesia
Indonesia termasuk salah satu negara yang netral dalam konflik ini. Sejak awal Rusia memulai invasi, Presiden Joko Widodo terus menyerukan penghentian perang, tanpa menyebut Rusia maupun Ukraina.
Meski demikian, Indonesia sempat menjadi sorotan karena menyatakan bakal tetap mengundang Rusia ke rangkaian acara G20. Sebagai pemegang presidensi tahun ini, Indonesia menegaskan bahwa Rusia berhak hadir dalam rangkaian acara blok tersebut.
Keputusan Indonesia ini menuai kritik berbagai pihak yang membela Ukraina, termasuk Amerika Serikat. Presiden Joe Biden pun menyatakan, jika Indonesia ingin Rusia hadir, maka Ukraina juga harus diundang.
Jokowi lantas menghubungi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Dalam perbincangan itu, Jokowi mengundang Zelensky ke KTT G20. Setelah itu, Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, menegaskan bahwa Indonesia tak berpihak secara politik ke negara mana pun.
"Indonesia dihadapkan pada situasi yang sulit untuk mendukung Ukraina dan memberikan sanksi kepada Rusia, karena sebagai Presidensi G20, Indonesia harus merangkul semua negara anggota secara adil. Indonesia tidak memihak siapa pun dalam konflik ini," katanya.
2. Thailand
Tak hanya Indonesia, sejumlah negara ASEAN lain juga menegaskan netralitasnya dalam menanggapi konflik antara Rusia dan Ukraina, salah satunya Thailand. Thailand menegaskan kembali sikap netral ini melalui pernyataan juru bicara pemerintahan mereka, Thanakorn Wangboonkongchana, pada pertengahan Maret lalu.
Sebagaimana dilansir Bangkok Post, Thanakorn mengatakan bahwa sejak konflik mulai berkobar, Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Thailand, Prayut Chan-o-cha selalu menyerukan satu hal yang sama.
Seruan itu berisi dukungan terhadap dialog antara Rusia dan Ukraina demi mencari jalan keluar yang damai sesuai dengan prinsip-prinsip di Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
3. Malaysia
Mengikuti jejak Thailand dan Indonesia, Malaysia juga akhirnya menegaskan sikap netral mereka terkait peperangan antara Rusia dan Ukraina. Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, menegaskan bahwa mereka tak akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Mereka hanya akan menunggu keputusan final dari PBB.
"Ini selalu menjadi prinsip Malaysia. Jika ada sanksi, harus melalui PBB. Jika resolusinya disahkan oleh PBB, maka sebagai anggota PBB, kami harus menghormati dan mematuhinya," kata Saifuddin, seperti dikutip Malay Mail, Minggu (8/5).
4. Afrika Selatan
Dari kawasan lain, Afrika Selatan juga sempat menjadi sorotan karena memilih abstain dalam pemungutan suara di PBB untuk mengecam invasi Rusia di Ukraina pada Maret lalu.
Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, kemudian menegaskan bahwa negaranya memang memilih bersikap netral. Menurutnya, dengan sikap tersebut, Afsel dapat berpotensi menjadi penengah dalam konflik Rusia dan Ukraina.
"Netralitas memang berisiko dan untungnya, kami tidak sendiri. Ada banyak negara lain yang memilih jalur yang sama," ucap Ramaphosa, seperti dilansir Bloomberg.
Ramaphisa menegaskan, Afsel ingin perang kedua negara itu berakhir. Namun, Afsel menolak resolusi PBB itu karena "tidak dapat menjadi landasan hubungan yang berarti."(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4247 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1981 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1815 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1514 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1275 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan