Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Analis Ungkap Penyebab Kripto Terra Luna Anjlok Parah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penyebab aset kripto Terra (LUNA) anjlok adalah buntut dari ketidakpastian global imbas perang Rusia-Ukraina.
Ia menjelaskan invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu membuat beberapa negara melayangkan sanksi ekonomi kepada Negeri Beruang Merah.
Setelah itu, kenaikan harga pangan hingga energi pun mulai muncul dan menyebabkan inflasi di beberapa negara dunia. Merespons keadaan tersebut, Bank Sentral AS (The Feb) menaikkan suku bunga acuan demi meredam inflasi.
Bahkan, kata Ibrahim, kebijakan menaikkan suku bunga acuan tidak hanya akan dilakukan oleh The Fed, tapi Bank Eropa pun melakukan hal yang sama.
"Di sini lah akhirnya kocar-kacir aset kripto, sebagai korban pertama ini adalah Terra," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/5).
Ibrahim berpendapat di tengah ketidakpastian global ini investor yang menanamkan asetnya di Terra banyak yang mencairkan uangnya saat harga mata uang tersebut mulai turun. Akibatnya, harga terra pun makin anjlok dan berujung dibekukan dalam perdagangan di blockchain.
"Jadi sangat wajar kalau blockchain melakukan suspend, kalau tidak melakukan suspend berapa orang lagi yang akan dirugikan," imbuhnya.
Sebelumnya, Terra mengumumkan bahwa penjualan mata uang kripto tersebut telah dihentikan. Hal tersebut seiring dengan anjloknya Terra beberapa waktu terakhir.
Do Kwon, salah satu pendiri Terraform Labs mengaku sedang menyiapkan langkah untuk menyelamatkan Terra. Dia mengatakan akan segera mengumumkan rencana tersebut.
"Saya memahami bahwa 72 jam terakhir sangat sulit bagi Anda semua - ketahuilah bahwa saya bertekad untuk bekerja dengan Anda semua untuk mengatasi krisis ini, dan kami akan membangun jalan keluar dari ini," ujarnya melalui akun Twitter pribadinya.
Mayoritas harga kripto masih berada di zona merah. Bahkan, Terra sebelumnya anjlok cukup dalam hingga membuat mata uang digital itu terdepak dari jajaran 10 kripto kapitalisasi pasar teratas.
Mengutip coinmarketcap.com, Kamis (12/5) pagi, Terra turun 93,89 persen dalam sehari atau 98,75 dalam sepekan. Kini, satu keping terra hanya dihargai US$1,08. Posisinya pun terjun bebas ke peringkat 37 kripto sebelum akhirnya dibekukan. Padahal Terra sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa, yakni US$119,55 per koin pada April lalu. (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 3769 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1911 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1738 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1460 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1032 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan