Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Bos Renault: Transisi Terlalu Cepat ke Kendaraan Listrik Bisa Berbahaya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Chief Executive Officer Renault, Luca de Meo memperingatkan agar industri otomotif tidak terburu-buru untuk beralih ke kendaraan listrik. Menurutnya transisi menuju kendaraan listrik yang terlalu cepat dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Luca de Meo menyampaikan peringatan itu saat berbicara di Future of the Car Summit The Financial Times di London, Inggris pekan ini. Peringatan itu sendiri merupakan tanggapan atas rencana Uni Eropa melarang penjualan mobil berbahan bakar minya mulai 2035.
“Hal pertama yang ingin saya katakan adalah bahwa Renault jelas sangat berkomitmen pada EV. Kami termasuk yang pertama memulai. Kami yakin bahwa kendaraan listrik dan mungkin hidrogen adalah solusi tepat," kata dia seperti dilansir dari Autocar.
Meski demikian, lanjut dia, jika melihat data akan tampak bahwa penjualan mobil berbahan bakar minyak, termasuk hibrida, belum mencapai puncaknya. Ada tiga tantangan menurut De Luca yang menyebabkan hal itu, yakni dari sisi masyarakat, finansial dan ekologi.
Perspektif pertama dari sisi masyarakat yang melihat meski mobil listrik cocok untuk sebagian besar aktivitas harian, tetapi belum bisa menjadi solusi untuk perjalanan jauh. Karenanya masih banyak orang enggan hijrah ke mobil listrik.
Kedua soal finansial. Ia menilai harga mobil listrik masih terlalu mahal dan belum akan bisa menyamai kendaraan konvensional dalam waktu dekat, mengingat sedang terjadinya krisis bahan baku kendaraan.
Ketiga adalah soal ekologi, khususnya soal emisi yang dihasilkan mobil listrik dalam satu siklus penuh.
"Jawaban untuk ini belum jelas. Tetapi ada beberapa bahan bakar alternatif atau mobil hibrida bisa lebih ramah lingkungan ketimbang mobil listrik jika dinilai dari sisi ini," terang dia.
Selain itu De Meo juga mewanti-wanti bahwa larangan mobil berbahan bakar minyak justru bisa menghambat investasi serta pengembangan teknologi mesin konvensional dan bahan bakar yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 3662 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1907 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1733 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1457 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1028 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan