Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Bos Renault: Transisi Terlalu Cepat ke Kendaraan Listrik Bisa Berbahaya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Chief Executive Officer Renault, Luca de Meo memperingatkan agar industri otomotif tidak terburu-buru untuk beralih ke kendaraan listrik. Menurutnya transisi menuju kendaraan listrik yang terlalu cepat dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Luca de Meo menyampaikan peringatan itu saat berbicara di Future of the Car Summit The Financial Times di London, Inggris pekan ini. Peringatan itu sendiri merupakan tanggapan atas rencana Uni Eropa melarang penjualan mobil berbahan bakar minya mulai 2035.
“Hal pertama yang ingin saya katakan adalah bahwa Renault jelas sangat berkomitmen pada EV. Kami termasuk yang pertama memulai. Kami yakin bahwa kendaraan listrik dan mungkin hidrogen adalah solusi tepat," kata dia seperti dilansir dari Autocar.
Meski demikian, lanjut dia, jika melihat data akan tampak bahwa penjualan mobil berbahan bakar minyak, termasuk hibrida, belum mencapai puncaknya. Ada tiga tantangan menurut De Luca yang menyebabkan hal itu, yakni dari sisi masyarakat, finansial dan ekologi.
Perspektif pertama dari sisi masyarakat yang melihat meski mobil listrik cocok untuk sebagian besar aktivitas harian, tetapi belum bisa menjadi solusi untuk perjalanan jauh. Karenanya masih banyak orang enggan hijrah ke mobil listrik.
Kedua soal finansial. Ia menilai harga mobil listrik masih terlalu mahal dan belum akan bisa menyamai kendaraan konvensional dalam waktu dekat, mengingat sedang terjadinya krisis bahan baku kendaraan.
Ketiga adalah soal ekologi, khususnya soal emisi yang dihasilkan mobil listrik dalam satu siklus penuh.
"Jawaban untuk ini belum jelas. Tetapi ada beberapa bahan bakar alternatif atau mobil hibrida bisa lebih ramah lingkungan ketimbang mobil listrik jika dinilai dari sisi ini," terang dia.
Selain itu De Meo juga mewanti-wanti bahwa larangan mobil berbahan bakar minyak justru bisa menghambat investasi serta pengembangan teknologi mesin konvensional dan bahan bakar yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4692 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2503 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2143 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1765 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1189 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun