Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ade Armando Cerita soal Pengeroyokan Saat Demo 11 April

Minggu, 15 Mei 2022, 13:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Ade Armando Cerita soal Pengeroyokan Saat Demo 11 April

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Ade Armando, pegiat media sosial dan dosen UI, pulih dari luka pengeroyokan saat aksi demo 11 April lalu. Ia pun menceritakan upayanya melindungi diri saat pengeroyokan terjadi.

Ia mengaku para pelaku menjadikan kepalanya sebagai sasaran utama. "Ketika terjadi pengeroyokan itu, sebenarnya yang jadi sasaran utama adalah kepala saya," imbuhnya.

Sontak, ia melindungi kepala bagian depannya dengan kedua tangan. Naas, kepala bagian atas dan belakangnya menjadi bulan-bulanan para pelaku.

Tak cuma itu, bagian tubuh lainnya yang tidak bisa ia lindungi, seperti perut, punggung, ikut menjadi sasaran.

"Kalau kepala depan bisa saya tutupi dengan kedua tangan saya. Tapi kepala atas atau belakang itu jadi sasaran utama tendangan-tendangan," katanya.

Namun, Ade mengklaim dokter yang merawatnya menyebut ia beruntung karena meski pelaku menyasar kepala, tidak ada kerusakan parah di bagian otak.

"Dokter bilang bahwa otak anda ini kuat, sudah ditendang-tendang begitu seharusnya (kerusakannya) bisa lebih buruk dari ini," terang Ade.

Pun demikian, Ade masih diminta untuk melanjutkan pemulihan. Sebab, masih ada genangan darah di bagian otak.

"Mungkin enggak seperti sediakala jadi ada namanya persoalan ini, genangan darah. Ada darah lah di otak saya itu," akunya.

Ade Armando menjadi korban penganiayaan massa saat demo penundaan pemilu di depan Gedung DPR/MPR Jakarta pada 11 April lalu. Ia dipukuli hingga tak berdaya, namun berhasil diselamatkan aparat dari amukan massa.

Mulanya, Ade sempat bicara dengan wartawan maksud kedatangannya ke lokasi demo. Dia mengaku mendukung aspirasi mahasiswa yang menolak pemilu 2024 ditunda.

Namun, ia terlibat cekcok dengan sejumlah massa yang memiliki pandangan berbeda. Semakin banyak massa yang ikut cekcok dan berujung kekerasan fisik terhadap Ade Armando.

Kini, dosen Fisip UI itu dirawat di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Polisi sudah menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus pengeroyokan itu. Sebanyak dua tersangka masih buron atau tengah diburu polisi.(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami