Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 11 Oktober 2026
Ade Armando Cerita soal Pengeroyokan Saat Demo 11 April
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ade Armando, pegiat media sosial dan dosen UI, pulih dari luka pengeroyokan saat aksi demo 11 April lalu. Ia pun menceritakan upayanya melindungi diri saat pengeroyokan terjadi.
Ia mengaku para pelaku menjadikan kepalanya sebagai sasaran utama. "Ketika terjadi pengeroyokan itu, sebenarnya yang jadi sasaran utama adalah kepala saya," imbuhnya.
Sontak, ia melindungi kepala bagian depannya dengan kedua tangan. Naas, kepala bagian atas dan belakangnya menjadi bulan-bulanan para pelaku.
Tak cuma itu, bagian tubuh lainnya yang tidak bisa ia lindungi, seperti perut, punggung, ikut menjadi sasaran.
"Kalau kepala depan bisa saya tutupi dengan kedua tangan saya. Tapi kepala atas atau belakang itu jadi sasaran utama tendangan-tendangan," katanya.
Namun, Ade mengklaim dokter yang merawatnya menyebut ia beruntung karena meski pelaku menyasar kepala, tidak ada kerusakan parah di bagian otak.
"Dokter bilang bahwa otak anda ini kuat, sudah ditendang-tendang begitu seharusnya (kerusakannya) bisa lebih buruk dari ini," terang Ade.
Pun demikian, Ade masih diminta untuk melanjutkan pemulihan. Sebab, masih ada genangan darah di bagian otak.
"Mungkin enggak seperti sediakala jadi ada namanya persoalan ini, genangan darah. Ada darah lah di otak saya itu," akunya.
Ade Armando menjadi korban penganiayaan massa saat demo penundaan pemilu di depan Gedung DPR/MPR Jakarta pada 11 April lalu. Ia dipukuli hingga tak berdaya, namun berhasil diselamatkan aparat dari amukan massa.
Mulanya, Ade sempat bicara dengan wartawan maksud kedatangannya ke lokasi demo. Dia mengaku mendukung aspirasi mahasiswa yang menolak pemilu 2024 ditunda.
Namun, ia terlibat cekcok dengan sejumlah massa yang memiliki pandangan berbeda. Semakin banyak massa yang ikut cekcok dan berujung kekerasan fisik terhadap Ade Armando.
Kini, dosen Fisip UI itu dirawat di RS Siloam Semanggi, Jakarta.
Polisi sudah menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus pengeroyokan itu. Sebanyak dua tersangka masih buron atau tengah diburu polisi.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 3616 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1906 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1732 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1456 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan