Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 9 Juli 2026
Ade Armando Cerita soal Pengeroyokan Saat Demo 11 April
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ade Armando, pegiat media sosial dan dosen UI, pulih dari luka pengeroyokan saat aksi demo 11 April lalu. Ia pun menceritakan upayanya melindungi diri saat pengeroyokan terjadi.
Ia mengaku para pelaku menjadikan kepalanya sebagai sasaran utama. "Ketika terjadi pengeroyokan itu, sebenarnya yang jadi sasaran utama adalah kepala saya," imbuhnya.
Sontak, ia melindungi kepala bagian depannya dengan kedua tangan. Naas, kepala bagian atas dan belakangnya menjadi bulan-bulanan para pelaku.
Tak cuma itu, bagian tubuh lainnya yang tidak bisa ia lindungi, seperti perut, punggung, ikut menjadi sasaran.
"Kalau kepala depan bisa saya tutupi dengan kedua tangan saya. Tapi kepala atas atau belakang itu jadi sasaran utama tendangan-tendangan," katanya.
Namun, Ade mengklaim dokter yang merawatnya menyebut ia beruntung karena meski pelaku menyasar kepala, tidak ada kerusakan parah di bagian otak.
"Dokter bilang bahwa otak anda ini kuat, sudah ditendang-tendang begitu seharusnya (kerusakannya) bisa lebih buruk dari ini," terang Ade.
Pun demikian, Ade masih diminta untuk melanjutkan pemulihan. Sebab, masih ada genangan darah di bagian otak.
"Mungkin enggak seperti sediakala jadi ada namanya persoalan ini, genangan darah. Ada darah lah di otak saya itu," akunya.
Ade Armando menjadi korban penganiayaan massa saat demo penundaan pemilu di depan Gedung DPR/MPR Jakarta pada 11 April lalu. Ia dipukuli hingga tak berdaya, namun berhasil diselamatkan aparat dari amukan massa.
Mulanya, Ade sempat bicara dengan wartawan maksud kedatangannya ke lokasi demo. Dia mengaku mendukung aspirasi mahasiswa yang menolak pemilu 2024 ditunda.
Namun, ia terlibat cekcok dengan sejumlah massa yang memiliki pandangan berbeda. Semakin banyak massa yang ikut cekcok dan berujung kekerasan fisik terhadap Ade Armando.
Kini, dosen Fisip UI itu dirawat di RS Siloam Semanggi, Jakarta.
Polisi sudah menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus pengeroyokan itu. Sebanyak dua tersangka masih buron atau tengah diburu polisi.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3633 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1245 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1201 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun