Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Pengawasan Keluar Masuk Sapi Bakal Diperketat
Belum Ada Indikasi PMK di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Meski sejauh ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) belum ditemukan adanya kasus PMK pada hewan ternak khususnya Sapi di Kabupaten Karangasem.
Namun sejumlah langkah antisipasi mulai dilakukan. Beberapa hari ini, Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana DPPP Karangasem telah melakukan pengumpulan data dan informasi baik dari peternak, pengepul, kelompok hingga mendatangi pasar hewan.
"Sementara dari pemantauan rekan rekan kami, belum ditemukan adanya gejala atau indikasi mengarah ke virus PMK di Karangasem, mudah - mudahan tidak ada," kata Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana, Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata dikonfirmasi, Senin (16/5/2022) dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).
Selain memantau peternak dan pasar, pengawasan juga akan dilakukan dengan cara memperketat proses keluar masuk Sapi khususnya di wilayah - wilayah yang memiliki populasi sapi terbanyak seperi di Kecamatan Rendang dan Bebandem.
Sementara itu, serangan virus PMK tak hanya mengancam ternak Sapi saja, hewan ternak berkuku genap lainnya seperti ternak Babi dan Kambing juga berpotensi terserang penyakit tersebut.
Oleh sebab itu, kata Suwata Berata juga akan melakukan pengawasan terhadap beberapa jenis hewan ternak tersebut.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3633 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1233 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1201 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun