Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Pengawasan Keluar Masuk Sapi Bakal Diperketat
Belum Ada Indikasi PMK di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Meski sejauh ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) belum ditemukan adanya kasus PMK pada hewan ternak khususnya Sapi di Kabupaten Karangasem.
Namun sejumlah langkah antisipasi mulai dilakukan. Beberapa hari ini, Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana DPPP Karangasem telah melakukan pengumpulan data dan informasi baik dari peternak, pengepul, kelompok hingga mendatangi pasar hewan.
"Sementara dari pemantauan rekan rekan kami, belum ditemukan adanya gejala atau indikasi mengarah ke virus PMK di Karangasem, mudah - mudahan tidak ada," kata Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana, Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata dikonfirmasi, Senin (16/5/2022) dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).
Selain memantau peternak dan pasar, pengawasan juga akan dilakukan dengan cara memperketat proses keluar masuk Sapi khususnya di wilayah - wilayah yang memiliki populasi sapi terbanyak seperi di Kecamatan Rendang dan Bebandem.
Sementara itu, serangan virus PMK tak hanya mengancam ternak Sapi saja, hewan ternak berkuku genap lainnya seperti ternak Babi dan Kambing juga berpotensi terserang penyakit tersebut.
Oleh sebab itu, kata Suwata Berata juga akan melakukan pengawasan terhadap beberapa jenis hewan ternak tersebut.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1667 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1628 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1232 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1076 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah