Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kripto Lagi Ambyar, Sandi Uno Bilang Tetaplah Investasi!

Selasa, 17 Mei 2022, 20:50 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Kompas.com/Kripto Lagi Ambyar, Sandi Uno Bilang Tetaplah Investasi!

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno, yang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), masih menjadi menteri terkaya tahun ini. 

Kini, selain melaksanakan tugas sebagai menteri, Sandi juga memiliki Channel YouTube yang kerap membahas soal bisnis dan investasi. Dalam video terbarunya, selain membahas kripto yang tengah jatuh, Sandi juga memberikan saran agar anak muda tetap berinvestasi.

"You stay invested, never timing the market. Reallocation, switching portfolio. Kalau lagi jatoh itu kita nggak pernah bisa menebak dengan tepat saat masuk ke dalam satu investasi, tunggu saat mereka stable," ujarnya dalam Sandiuno TV, dikutip Selasa (17/5/2022).

Menurut Sandi, tidak ada waktu yang tepat untuk berinvestasi. Tetaplah berinvestasi meski kondisi sedang naik turun, bukan malah keluar. Misalnya meski saat ini di tengah kabar aset kripto yang sedang anjlok. Menurutnya, yang harus dilakukan jika ada salah satu aset yang jatuh adalah mengevaluasi portofolio.

Sandi juga menyebutkan hal yang menarik saat volatile, saham-saham minyak dan gas yang dianggap old fashion alias kuno, ternyata rutin membagikan dividen dan memiliki saham lebih stabil. Tidak cuma itu, Sandi juga menyebutkan kalau saham-saham yang memiliki "riil asset" seperti properti juga kembali mencuat dan diminati.

"Yang menarik selama volatilitas ini, ternyata saham-saham yang rajin memberikan dividen seperti perusahaan migas, komoditas, resources..yang selama ini fell out of fashion, back into fashion. Value daripada stock-nya bisa lebih stabil," jelasnya. 

"Yang menarik, ternyata balik lagi ke riil asset. Properti, tanah, kebun, tambang, rumah sakit, dan investasi-investasi yang bisa dipegang gitu, itu back in fashion. Buat temen-temen, ini juga bagus buat temen-temen yang bangun bisnis UMKM, balik lagi ke kebutuhan primer kita seperti makan, pangan dan energi, komoditas-komoditas." 

Sandi juga menyebutkan usai pandemi, saham-saham kesehatan juga cukup baik, investasi di sektor farmasi dan kesehatan, serta health technology saat ini cukup diminati. 

"Kedua, yang saya kemarin sebut unstoppable trend, yaitu farmasi dan kesehatan. Orang setelah pandemi akan sangat perhatikan sisi kesehatan dan termasuk pencegahan. Kita lihat beberapa investasi di farmasi dan kesehatan termasuk health tech lebih stabil," jelasnya.

"Terakhir, even digital transformation companies yang mengalami naik turun tinggi tapi yang fokus di tiga sektor yaitu cyber security, payment dan fintech ternyata lebih strong dibandingkan dengan beberapa perusahaan teknologi lain. Ini kali pertama Saudi Aramco memiliki valuasi di atas Apple. Sekarang kembali lagi ke perusahaan migas." 

Sebagai preferensi pribadi, Sandi juga menjelaskan kalau dirinya lebih suka berinvestasi saham-saham di Indonesia. Menurutnya, di Indonesia masih banyak peluang yang bisa diciptakan.

"Stay invested, be wise on your portofolio allocation," sarannya. (Sumber: CNBC Indonesia)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami