Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Perang & Ekonomi Global Bisa Jadi Penyebab Aset Kripto Amblas
BERITABALI.COM, DUNIA.
CEO Nobi Lawrence Samantha mengatakan situasi perang dan kondisi perekonomian global berdampak terhadap anjloknya nilai aset kripto. Belakangan, penurunan nilai kripto yang banyak disorot adalah Terra Luna dan stablecoin TerraUSD (UST).
"Dulu banyak yang bilang enggak ada hubungannya (ekonomi global/real ekonomi dengan kripto). Ternyata ini buktinya. Kalau market global turun, kripto terdampak," kata Lawrence dalam diskusi yang ditayangkan di YouTube bersama Pandu Sjahrir Senin, 16 Mei 2022.
Selain itu, kata dia, berbagai kebijakan di dunia berpengaruh terhadap pergerakan kripto. Nobi lebih dulu menjelaskan soal UST yang merupakan stablecoin.
Stablecoin merupakan mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan stabilitas harga dan didukung oleh aset cadangan lainnya. Stablecoin berarti harga satu aset tersebut sama dengan US$ 1. Jadi setiap satu US$ 1 aset kripto, memiliki jaminan US$ 1.
Namun menurut Nobi, tidak semua stablecoin memiliki "backing-an" dolar Amerika. Inilah yang menyebabkan stablecoin anjlok.
"Stablecoin sendiri enggak semua sama. Ada yang benar-benar dengan backing-an US$ 1. Misal 1 juta dolar (aset kripto) underlying-nya, lalu ada 1 juta dolar lagi di belakangnya dalam bentuk cash atau uang di bank," kata dia.
Dia mengatakan saat ada banyak tren penggunaan algoritmic base stable token. Sistem ini mencontoh masa awal uang atau dolar, yakni setiap dolar memiliki backing emas.
"Sedangkan kalau algoritmic base stable token ini, backingan-nya UST adalah Luna. Di mana Luna yang akan menjaga atau memastikan kalau ada orang yang ingin tukar 1 UST dengan 1 dolar, bisa," kata dia.
Sistem itu berjalan baik ketika Luna ada harganya. Pada satu hingga dua pekan lalu, Luna merupakan 10 besar aset kripto dengan nilai yang terbesar.
"Waktu itu ada harganya. 1 UST itu bisa ditukar dengan Luna senilai US$ 1. Ini bukan masalah kalau Luna ada valuenya. Karena waktu itu Luna valuenya tembus US$ 100 dolar," kata dia.
Namun saat ini, nilai Luna sudah turun 98 persen atau menjadi sekitar US$ 1,1 per dolar. Menurut Nobi, penurunan nilai Luna yang besar disebabkan oleh adanya bank run atau penarikan dana besar-besaran.
Penarikan Luna tersebut juga berdampak pada pergerakan nilai aset kripto lainnya. Sebab, ada "backing-an" Luna yang menggunakan kripto lain, seperti Bitcoin dan sebagainya. (Sumber: Bisnis.Tempo.Co)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1427 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 657 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 556 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 527 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung