Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Dituding Sarang Pembajakan NFT, OpenSea Rombak Sistem
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pasar (marketplace) Non-Fungible Token (NFT) OpenSea merilis pembaruan (update) demi melindungi para kreator dari pembajakan (copymint) usai ramai keluhan soal fake NFT.
Sebelumnya, masalah pembajakan NFT dikeluhkan sejumlah kreator. Misalnya, NFT 'Bored Apes', yang popularitasnya meroket akhir 2021, yang kini memiliki harga termurah US$309,000 (Rp4,5 miliar). Puluhan produk sejenis kemudian muncul hingga tak bisa dibedakan dari aslinya.
Allie Mack, juru bicara OpenSea, dikutip dari wired.com, mengatakan "kebijakan perusahaan melarang plagiarisme dan copyminting, yang kami terapkan secara teratur dalam berbagai cara, termasuk menghapus daftar dan dalam beberapa kasus, melarang akun".
Selain itu, pihaknya sedang mengembangkan teknologi-termasuk moderasi otomatis, pengenalan gambar, dan alat pencarian yang disempurnakan. Mack juga mengaku perusahaan "bertujuan untuk merespons laporan pelanggan dalam waktu rata-rata kurang dari 72 jam".
Di samping itu, OpenSea berencana untuk memiliki tim yang terdiri dari hampir 200 orang dalam divisi dukungan pelanggan di akhir tahun, setelah merekrut lebih dari 100 dalam dua bulan terakhir.
Dikutip dari situs resminya, OpenSea bakal menggunakan dua sistem untuk memerangi copymint, yakni Image Recognition Technology dan Dedicated Human Review.
Sistem pertama memungkinkan komputer memindai semua NFT di OpenSea. Kemudian, sistem tersebut akan memilah dan memilih koleksi yang dinilai merupakan copymint.
Sementara, sistem kedua akan melibatkan unsur manusia untuk meninjau kembali NFT yang dipindai.
Empat perubahan pun dilakukan terhadap sistem mereka. Pertama, akun yang memiliki lebih dari 100 ETH akan diundang untuk verifikasi. Kedua, pengguna yang telah terverifikasi bisa mengajukan badging untuk koleksi dengan tingkat penjualan dan ketertarikan yang signifikan.
Ketiga, pengguna akan mendapatkan pemberitahuan terkait proses verifikasi dan badging langsung di halaman profil mereka. "Keempat, akan ada customer service yang merespons aplikasi untuk verifikasi dan banding dalam 7 hari," tulis OpenSea.
Keluhan soal pembajakan atau fake NFT itu salah satunya diungkapkan oleh @NFTTheft, akun Twitter yang ditujukan untuk mengekspos plagiarisme di OpenSea dan toko NFT lainnya.
"Ketika saya pertama kali mendengar kata 'OpenSea', saya pikir pembajakan adalah tujuannya sejak awal," kata orang di balik akun itu yang enggan diungkap identitasnya, "Sekarang ini (OpenSea) adalah tempat utama pembajakan."
Dalam sebuah utas Twitter, OpenSea mengakui bahwa lebih dari 80 persen NFT yang dicetak dengan cara copymint merupakan "karya yang dijiplak, koleksi palsu, dan spam." (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4628 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2432 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1684 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1124 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun